logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 7 Februari 2004 Sala  
Line

Pemeras Atasnamakan Kapolwil

KOTA - Pemeriksaan dua pejabat sekretariat DPRD di Mapolwil Surakarta ternyata dimanfaatkan seseorang untuk melakukan pemerasan. Seorang penelpon gelap yang mengaku sebagai Kapolwil Surakarta, siang kemarin menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Drs Sunarto Isstianto untuk meminta uang sebesar Rp 30 juta.

Permintaan uang sebanyak itu oleh sang penelepon dikatakan berkaitan dengan pemanggilan dirinya ke Mapolwil untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi pos Belanja Lain-lain DPRD dalam APBD 2003.

Terkuaknya pencatutan nama Kapolwil untuk melakukan pemerasan itu diketahui Ketua Tim Penyidik Iptu Hasibuan, setelah dia diberitahu Sunarto. Sekwan yang kini menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi DPRD itu meminta konfirmasi atas telepon yang diterimanya.

Penelpon yang mengaku ajudan atau Kapolwil itu, ketika nomornya dihubungi petugas sempat menjawab keinginannya meminta uang kepada Sekwan. "Namun si penelepon yang sedang kita lacak itu kemudian tidak bisa dihubungi lagi. Mungkin dia merasa curiga modusnya sudah diketahui," tandas Iptu Hasibuan.

Pencatutan nama Kapolwil dengan maksud memeras itu rupanya berkali-kali terjadi. Tiga hari lalu, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Surakarta, Ipda Dwi Haryadi, juga menerima telepon dari calon korban yakni seorang pengusaha di Solo, tetapi namanya dirahasiakan. Pengusaha itu mengaku menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kapolresta Surakarta. Tujuannya meminta uang Rp 30 juta untuk menambah biaya dinas Kapolwil Surakarta ke luar kota.

Serangkaian kejadian itu rupanya membuat petugas kepolisian geram. Bahkan beberapa anggota Polwil Surakarta hingga kemarin terus melacak dan mencari penelepon gelap yang kerap mencatut nama Kapolwil.

Diduga, orang tersebut banyak mengetahui informasi kegiatan kepolisian. "Pelaku yang mencatut nama Kapolwil untuk meminta uang kepada Sekwan itu jelas sekali kalau dia tahu ada acara pemanggilan pejabat Sekretariat DPRD di Polwil," tegas Hasibuan.(G11-86n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA