
| Sabtu, 7 Februari 2004 | Sala |
Digunjingkan Renggang, Bupati dan Wakil MembantahSRAGEN-Berbagai kalangan kini mulai bisik-bisik menyoal hubungan antara Bupati H Untung Wiyono dan Wakil Bupati Agus Fatchur Rahman SH. Sejumlah aktivis orsospol juga mulai mempertanyakan soal itu. Sebab meski sejauh ini masih tampak wajar, mereka mulai jarang bersama dalam suatu acara-acara baik resmi maupun di luar kedinasan. Misalkan ketika Bupati mengundang kegiatan sosialisasi partai yang dikemas dalam acara limbukan wayang kulit di Kedung Banteng, Kecamatan Gondang, Agus tidak hadir. Bagaimanakah tanggapan pihak-pihak bersangkutan? ''Saya memang banyak terima SMS (pesan singkat melalui ponsel-Red) yang menanyakan kenapa Pak Wakil Bupati tidak hadir,'' tutur Bupati H Untung. Menurut dia, wajar kalau ada orang menanyakan kenapa Bupati dan Wakil mulai jarang bersama. ''Saya sih nggak apa-apa, Dik Agus mungkin ada acara lain,'' tutur H Untung kepada Suara Merdeka. Tetapi dia berharap, Agus bisa hadir bersama sebagai bukti mereka baik-baik saja. Cari Simpati Seorang tokoh masyarakat menuturkan, jika Bupati dan Wakil Bupati jarang tampil bersama mestinya tidak perlu dirisaukan. Sebab sebelum Pemilu 2004 digelar, sebagai publik figur, baik H Untung maupun Agus FR tengah mencari simpati dari banyak kalangan. H Untung meraih jabatan Bupati karena dukungan massa PDI-P. Adapun Agus FR yang menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar didukung fraksinya di DPRD. ''Kalau sekarang ini hubungan mereka dibuat mesra, ya jelas tidak mungkin. Karena aliran politik keduanya sudah berbeda. Yang penting secara pribadi mereka tidak ada masalah dan tetap baik,'' tuturnya. Secara terpisah Wakil Bupati H Agus Fatchur Rahman mengakui, secara pribadi dia tidak mempunyai masalah dengan H Untung Wiyono. Bahkan ketika mendalang dalam acara wayangan di Gondang, Bupati H Untung sempat mengirimkan puisi kepada wakilnya yang dipancarkan langsung lewat RSPB Buana Asri. Agus memang dikenal pengagum puisi. Tak disebutkan apakah Agus juga mendengarkan puisi yang dibacakan oleh ''sang kakak''? (nin-49s) |