logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 7 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Keberatan Gus Mus Mundur, Telepon PWNU Terus Berdering

SEMARANG-Sehari setelah KH Mustofa Bisri menyatakan mundur sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng, telepon nomor 8416076 di Kantor PWNU Jateng Jalan Dr Cipto 180 Semarang terus berdering.

''Sejak pagi hingga sore kemarin, telepon terus berdering,'' tutur Wakil Sekretaris NU Drs H Aufarul Marom MSi, kemarin petang.

Menurutnya, hampir semua telepon yang masuk menyatakan keberatan Gus Mus mundur. Mereka juga mempertanyakan alasan dan latar belakangnya. ''Mereka ingin agar pencalonannya jalan terus,'' kata Agus Hakim, anggota Tim Garuda Putih. Tim tersebut dibentuk PWNU Jateng untuk menyukseskan pencalonannya.

Sebagaimana diberitakan, KH Mustofa Bisri, pengasuh Pondok Pesantren Rauldatut Thalibien, Leteh, Rembang, menyatakan mundur sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng.

Abu Hafsin yang ditemui Suara Merdeka di Kantor PWNU menuturkan, dirinya terpaksa tidak mengaktifkan handpone-nya lantaran banyak warga NU yang menghubungi untuk menanyakan persoalan kemunduran Gus Mus.

Dia menerangkan secara detail. Dalam tradisi NU, basanya menyukai pemimpin yang tidak meminta tetapi diminta. Gus Mus termasuk orang yang diminta PWNU. Cara tersebut diyakini akan memunculkan pemimpin yang amanah. Dia juga mengaku kecewa, terlebih Tim Garuda Putih yang diketuainya sudah melakukan upaya maksimal. Sosialisasi dilakukan dengan cepat, karena menggunakan jalur organisasi NU. Sebab, dua calon DPD, yakni Gus Mus dan Dra Nafisah Sahal Mahfudh mendapat rekomendasi dari PWNU.

Dosen Fakultas Syariah IAIN Walisongo ini menambakan, imbauan Ketua PBNU Hasyim Muzadi agar Gus Mus berdialog langsung dengan nahdliyyin perlu dilakukan. Di samping akan mengurangi kekecewaan mereka, juga agar para kiai mengetahui secara pasti perjalanan sikap Gus Mus sampai memutuskan mundur dari calon DPD. Tim Garuda Putih pun menunggu perintah PWNU.

Sementara itu, dalam berita berjudul ''Ha-syim Muzadi, Silakan Lamar NU'' yang dimuat harian ini Jumat (6/2) halaman I, terdapat sedikit kesalahan. Tiga partai politik yang tidak hadir dan tidak menandatangani Deklarasi Pemilu Persaudaraan yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), bukan PDI-P seperti yang tertulis. PDI-P hadir dan menandatangani serta Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). (H1,G1-58t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA