
| Sabtu, 7 Februari 2004 | Berita Utama |
Konsumsi Daging Ayam Turun 50 PersenBANDUNG Dampak avian influenza atau flu burung masih belum juga reda. Berangkat dari hal tersebut, Muspida Jabar dan Disnak setempat mengadakan acara demo menyantap ayam dan telur sehat kemarin. Kegiatan itu untuk meyakinkan masyarakat bahwa bila diolah secara benar, ancaman flu burung terhadap manusia dapat dihindari. Tampak hadir Wagub Jabar Numan Abdul Hakim dan sejumlah pejabat pemda lainnya. Selain mereka, hadir juga peternak ayam, pengelola rumah makan cepat saji, dan masyarakat. Acara berlangsung cukup santai. Karena itu, dalam waktu tidak kurang dari setengah jam, potongan ayam yang disediakan ludes disantap. Kabarnya setelah acara tersebut, Disnak Jabar pun berencana akan menggelar acara serupa dengan melibatkan massa yang besar. Dalam kesempatan terpisah, Dirut Bio Farma Marzuki Abdullah mengungkapkan, pihaknya mengimpor 30 juta vaksin dari Cina berkaitan dengan flu burung. Pengiriman tahap pertama dari dua tahap yang direncanakan sudah tiba di pabrik mereka di Bandung. Kepada peternak, vaksin itu dijual Rp 265 sampai 275/dosis. Penurunan Sementara itu, gara-gara flu burung, penurunan konsumsi daging ayam benar-benar signifikan. Data dari Dinas Pertanian RI saat ini, penurunan konsumsi daging ayam mencapai 40-50 persen. Hal ini disampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Pertanian RI, Rismansyah Danasaputra, kepada detikcom di sela-sela kampanye ''Sosialisasi Daging dan Telur Sehat'' yang diselenggarakan Jumat di Kantor Dinas Peternakan Jawa Barat, Bandung. "Paling parah terjadi di Jawa Barat," kata Rismansyah. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Iman Nugraha ketika membuka acara tersebut menyatakan, hingga saat ini telah dimusnahkan 1,5 juta unggas di Jawa Barat, di 8 kabupaten yang tertular. Seluruhnya telah dibakar atau dikubur karena tertular virus Avian Influenza (AI) tipe H5N1. "Seluruh kematian disebabkan oleh komplikasi virus ND (tetelo velogenik) dan AI," kata Iman. Iman mengungkapkan kekhawatirannya bahwa citra negatif yang menempel pada komoditas ayam membuat pasokan konsumsi daging ayam di Jawa Barat menurun.(dtc,dwi-58t) |