
| Sabtu, 7 Februari 2004 | Berita Utama |
Batu Siaga I, Kawasan Arboretum HancurMALANG - Besarnya kerugian akibat banjir bandang yang menimpa beberapa kota, antara lain di Batu (Malang) dan Pasuruan membuat pemerintah daerah setempat perlu secepatnya melakukan upaya perbaikan dan pencegahan terhadap kemungkinan banjir susulan. Suasana di Kota Batu yang sudah dicanangkan dalam kondisi Siaga I benar-benar menyedihkan. Pemerintah daerah sudah menghitung kerugian sementara yang diderita mencapai Rp 16,092 miliar, sedangkan kerugian yang diderita Pemkot Malang sebesar Rp 2,5 miliar. Sementara itu Perum Jasa Tirta, meski belum menghitung secara nominal, tetapi kawasan Arboretum yang berada di Dukuh Sumber Brantas yang merupakan tempat mata air Kali Brantas mengalami kerusakan hebat akibat diterjang banjir bandang, lumpur, dan batang pohon beragam ukuran karena penebang-an liar. Kawasan tersebut sebenarnya digunakan untuk areal penangkapan air untuk melestarikan pasokan air. Untuk mendukung areal itu, dibuatkan jalan setapak dan areal untuk menanam pohon berbagai jenis. Bahkan sudah menjadi tradisi, siapa pun pejabat dan tamu asing yang datang, selalu diikuti dengan penanaman pohon. Sumber Kali Brantas memang kecil. Namun air kali itu cukup untuk mengairi kawasan produksi pangan di daerah Jawa Timur seperti Batu, Malang, Kediri, Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Sidoarjo, dan ke Surabaya. Bahkan di Kota Surabaya, air Kali Brantas itu menjadi pasokan utama PDAM. Arboretum itu berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Tumenggung Suryo yang memiliki luas 27.000 ha. Arboretum itu menurut keterangan Humas Perum Jasa Tirta I Diah SH didampingi Direktur Teknik Ir Sukistiyono Dipl HE, dibangun pada 1982 dan belum pernah mengalami kerusakan. "Kerusakan ini yang pertama kalinya terjadi disebabkan oleh perambahan hutan yang tidak terkendali. Beruntung sumber Kali Brantas tidak rusak meski bangunan pelindungnya rusak," katanya. Sementara itu Kordinator Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kota Batu, Drs Susetya Herawan, kemarin mengatakan, kerusakan juga dialami PDAM karena jaringan pipanya rusak. Akibat hujan deras itu kawasan Kota dan Kabupaten Pasuruan sempat tenggelam. Data dari Satlak PB menyebutkan, sedikitnya 8 kecamatan di Kabupaten Pasuruan dan 3 kecamatan di Kota Pasuruan terendam banjir yang mengakibatkan 7.674 rumah dan 2.151 ha sawah serta 733 ha tambak terendam air. Banjir yang melanda Pasuruan itu merupakan banjir kali keempat dan terbesar dibanding dengan yang terjadi pada 1991, 1995, 1999, dan 2002. Saat kejadian, tinggi air mencapai 2,5 m. Air masih menggenangi rumah warga, terutama di Dusun Panjen, Desa Pateguran yang merupakan wilayah paling ujung Desa Rejoso dan paling parah. Apalagi lokasinya memang berada di dataran rendah sehingga masih ada 115 rumah yang tergenang air. Di Mojokerto Rentetan bencana alam berupa banjir bandang di berbagai daerah di Jatim mengundang perhatian Pemerintah Pusat. Jumat (6/2), ada empat menteri meninjau lokasi banjir bandang di Kota dan Kabupaten Mojokerto. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Pusat menyerahkan bantuan tanggap darurat Rp 1 miliar. Keempat menteri itu adalah Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Yusuf Kalla, Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Menkimpraswil) Soenarno, Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah, dan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi (Meneg Kominfo) Syamsul Muíarif. Saat meninjau lokasi banjir, keempat menteri tersebut didampingi Wagub Jatim Dr Soenarjo MSi. Keempat menteri meninjau lokasi banjir bandang di Kecamatan Sooko dan Kecamatan Gondang. Di Kecamatan Sooko, mereka melihat dampak banjir bandang atas sentra industri sepatu dan rumah warga. (jo,G14-58n,j) |