logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 7 Februari 2004 Internasional  
Line

Upaya Nekat yang Kembali Gagal

MIAMI - Sebelas warga Kuba coba berlayar ke Florida dengan sebuah sedan Buick buatan 1950-an yang diubah menjadi perahu. Sayang mereka disergap oleh pasukan Pengawal Pantai AS, dan akan segera dipulangkan ke negara asalnya.

Para aktivis Kuba yang hidup dalam pengasingan diri di Miami, Florida (AS), mengatakan, Marciel Basanta Lopez dan Luis Grass Rodriguez adalah orang-orang yang mengubah mobil tua buatan Amerika itu menjadi perahu untuk pelarian ke AS.

Mereka berdua pulalah yang pada musim panas lalu mencoba kabur ke Florida, tetapi juga digagalkan Pengawal Pantai AS. Mereka waktu itu ''berlayar'' dengan pickup Chevy buatan 1951.

Chevy tersebut dipasangi alat pengapung terbuat dari 55 drum kosong dan baling-baling yang mendorong perahu terbuat dari mobil itu dengan kecepatan sekitar 14 km/jam.

Senin lalu mereka mencoba lagi, dengan Buick tersebut, bersama empat orang dewasa dan lima anak-anak. Pengawal Pantai menyergap mereka Selasa malam waktu setempat (Rabu siang WIB), sekitar 16 kilometer lepas pantai Marathon, baratdaya Miami.

Pasukan Pengawal Pantai AS kemudian menenggelamkan Buick itu. Pengawal Pantai tidak bersedia memberikan konfirmasi atas penjelasan para aktivis Kuba tersebut, tetapi mengatakan pihaknya ''menembaki hingga tenggelam sebuah tongkang bertenaga mobil''.

''Pamanku orang yang amat berani,'' kata Eduardo Perez Grass, seorang kemenakan Luis Grass Rodriguez, di Havana (ibu kota Kuba). Menurutnya, orang-orang lain yang ikut dengan pamannya dalam pelarian gagal itu adalah istri dan putra Rodriguez sendiri.

Ingin Bebas

Selain itu, turut serta juga istri dan dua anak Marciel Basanta, ditambah pasangan suami istri ketiga yang membawa dua anak.

Pintu-pintu Buick yang diubah menjadi perahu itu telah dilas guna mencegah air laut masuk ke kabin. Mobil itu bertenaga mesinnya yang asli, yakni sebuah motor V-8 motor, kata Eduardo Perez Grass.

''Sepupuku bukannya gila. Dia hanya ingin hidup bebas,'' kata Kiriat Lopez, sepupu Basanta Lopez yang kini menetap di Lake Worth, Florida, kepada The Miami Herald.

Berdasarkan kebijakan imigrasi AS, orang-orang Kuba yang mencapai pantai AS akan dibolehkan menetap di negara adi kuasa itu. Sialnya, mereka yang kepergok di laut, akan dipaksa pulang ke negaranya.

Para pejabat imigrasi AS biasanya mewawancarai orang-orang Kuba yang disergap di laut, untuk menentukan apakah mereka terancam dihukum kalau kembali ke negaranya.

Hanya saja, kebanyakan dari mereka tetap saja dipaksa untuk pulang ke negara komunis Kuba yang dipimpin oleh Fidel Castro itu. (ap/yahoo-ed-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA