
| Sabtu, 7 Februari 2004 | Internasional |
Presiden Bush Akui Tak Temukan WMD di IrakCHARLESTON - Presiden George W Bush pada Kamis waktu AS (kemarin WIB) mengakui bahwa Amerika Serikat tidak menemukan senjata terlarang (weapons of mass destruction - WMD) di Irak. Kendati demikian dia bersikukuh, invasi ke Irak merupakan ''tindakan tepat yang harus dilakukan''. ''Kami belum menemukan simpanan senjata yang kami kira berada di sana,'' katanya dalam pidatonya di Charleston, South Carolina. Pengakuan tersebut merupakan yang paling jelas berkaitan dengan laporan intelijen tentang persenjataan Irak. Namun, Bush menambahkan: ''Mengingat apa yang saya tahu ketika itu dan apa yang saya ketahui saat ini, Amerika telah melakukan tindakan benar di Irak.'' ''Kami punya pilihan: mendengarkan kata-kata orang gila atau bertindak membela rakyat Amerika. Menghadapi pilihan tersebut, saya akan selalu membela Amerika,'' tandasnya. Pembelaan Tenet Bush berbicara tak lama setelah Direktur CIA George Tenet membela hasil kerja badan intelijen AS itu. Meski, laporan intelijen pra-invasi keliru menuding Presiden Irak Saddam Hussein menyimpan senjata kimia, biologi, dan berusaha mengembangkan senjata nuklir. Tuduhan-tuduhan tersebut merupakan dalih utama Bush untuk menginvasi Irak, dan menjadi fokus kritik yang dilontarkan para kandidat presiden Partai Demokrat. Dalam pembelaan pertamanya tentang data intelijen pra-invasi, Tenet dalam pidatonya di Washington pada Kamis waktu AS (kemarin WIB) mengatakan para analisnya ''tidak pernah menyatakan ada ancaman dalam waktu dekat''. Dia membantah lembaganya merekayasa informasi untuk menciptakan dalih menginvasi Irak. Dia juga menyangkal, ada tekanan politik yang membuat para analis intelijen melebih-lebihkan ancaman tentang senjata pemusnah massal Irak. ''Tak seorang pun mendikte apa yang harus kami katakan atau bagaimana mengatakannya,'' tandasnya. ''Dalam urusan intelijen, orang tidak pernah sepenuhnya salah atau benar. Ketika fakta-fakta tentang Irak diperoleh, kami tidak dapat sepenuhnya menentukan dengan benar atau salah,'' kilahnya. Pendapat Beragam Dia juga mengatakan, para analisnya punya pendapat beragam tentang program senjata kimia, biologi, dan nuklir Irak. Perbedaan-perbedaan tersebut dipaparkan dalam Perkiraan Intelijen Nasional Oktober 2002 untuk kepentingan Gedung Putih merangkum data tentang program senjata Irak. Dia mengklaim, pendapat para analis CIA ''secara umum tepat'' mengenai program rudal Irak, tetapi menyangkut materi nuklir, ''kami mungkin telah melebih-lebihkan kemajuan yang dicapai Saddam''. Meningkatnya jumlah tentara AS yang tewas di Irak dan kegagalan menemukan senjata terlarang menjadi inti kecaman terhadap kebijakan Bush menginvasi Irak. Itu juga menjadi ancaman bagi Bush dalam pemilihan presiden mendatang. Bush kini mengatakan, mantan diktator Irak telah menjadi ''ancaman'' lantaran keinginannya ''mempersenjatai rezimnya dengan WMD''. Pidatonya kepada staf militer kemarin sarat dengan tema-tema kampanye tentang perekonomian dan keamanan nasional. Dia mengecam para penentang invasi, dengan mengatakan: ''Jika sebagian politikus di Washington memilih cara mereka, Saddam Hussein pasti masih berkuasa.''(tst-ben-46) |