logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 7 Februari 2004 Ekonomi  
Line

Indosat Seluler Targetkan 1,3 Juta Pelanggan

SEMARANG- Tahun ini, Indosat Seluler yang merupakan gabungan dari IM3 (dengan produknya, Smart dan Bright) dan Satelindo (Matrix dan Mentari) menargetkan untuk menjaring 1,3 juta pelanggan di wilayah Jateng dan DIY.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan lebih kurang 350.000 bila dibandingkan dengan jumlah pelanggannya pada tahun sebelumnya, 950.000 pelanggan.

"Dengan penggabungan IM3 dan Satelindo, kami harapkan tahun ini Indosat Seluler mampu memperluas pangsa pasarnya di bisnis operator seluler di Indonesia," jelas Channel Management and Marketing Service Manager Indosat Seluler Regional Central Java-DIY Pc Sutrisno di sela-sela penyerahan hadiah motor bagi pemenang program Send n Win II yang diraih Fatkurohman dari Semarang, kemarin.

Selain itu, untuk wilayah Jateng dan DIY, masih ada dua pemenang lainnya untuk hadiah motor, yaitu dari Yogyakarta. Juga tiga hadiah DVD yang masing-masing dimenangkan oleh pelanggan asal Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

Sebagai upaya untuk mendukung target pasarnya tersebut, Indosat Seluler juga akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan produknya, antara lain dengan memperbanyak jaringan pasar dan jangkauannya.

"Tahun ini pula kami menargetkan jaringan Indosat Seluler sudah bisa menjangkau hingga ke tingkat kecamatan," ungkapnya dalam kesempatan yang dihadiri pula Vice Presiden Indosat Seluler Jateng dan DIY Nanang Sunarko.

Untuk itu, rencananya mereka akan menambah BTS dalam jumlah yang cukup banyak. Menurut informasi, di Jateng dan DIY akan ditambah lebih dari 130 BTS baru. Jumlah itu bisa bertambah seiring dengan kebutuhan pasar.

Saat ini jumlah BTS yang telah terbangun sudah lebih dari 300 buah yang tersebar hampir semua kota di Jateng dan DIY.

Persaingan

Sementara itu, menanggapi persaingan pasar bisnis seluler di Jateng dan DIY, seiring dengan masuknya dua operator baru yang berbasis teknologi CDMA, dia mengemukakan, tidak akan banyak berpengaruh.

Pasalnya, dengan basis teknologi yang berbeda, semua akan mempunyai pangsa pasar masing-masing.

"Selain itu, kami dari Indosat juga tengah mempersiapkan diri untuk menggarap pasar yang sama, yaitu teknologi telekomunikasi berbasis CDMA, yaitu melalui program fixed wireless access (FWA)," jelasnya.

Jasa layanan berbasis CDMA tersebut, lanjut dia, rencananya pertengahan tahun ini sudah akan di-launching.

Untuk tahap pertama, baru akan dilakukan di dua kota besar, Surabaya dan Jakarta. "Setelah itu, akan segera menyusul Jateng dan DIY. Di Jateng kami masih dalam tahap negosiasi."

Dia mengemukakan, untuk ke depan Indosat akan terus berupaya mengembangkan bisnis selulernya. Hal itu bisa dipahami mengingat pada tahun lalu divisi seluler mampu menyumbangkan kontribusi hingga 60% terhadap pendapatan usaha PT Indosat.

Kemudian disusul sambungan langsung internasional (SLI) 24%, bisnis multimedia, komunikasi data dan internet (Midi), serta bisnis lainnya 16%.(B4-69j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA