
| Sabtu, 7 Februari 2004 | Ekonomi |
Bunga SBI Turun, Investor Beralih ke SahamSEMARANG - Penurunan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari 7,86% menjadi 7,7%, sejak Kamis lalu, mampu menaikkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebesar 22,456 poin pada penutupan perdagangan pekan ini kemarin menjadi 758,924 setelah beberapa hari melorot. Secara umum dalam perdagangan pekan ini IHSG naik 0,79% dengan nilai perdagangan rata-rata Rp 1,1 triliun/hari. "Penurunan suku bunga SBI itu membuat investor mulai berpikir untuk mengalihkan dananya dari pasar uang atau perbankan ke pasar modal. Saham-saham yang diuntungkan adalah saham sektor perbankan, properti, dan otomotif, serta financing atau pembiayaan," tutur Muhammad Zamroni, praktisi pasar modal dari PT Andalan Artha Advisindo Securities Semarang, kemarin petang. Di samping itu, sentimen positif dari beberapa BUMN yang sudah go public yang melakukan penawaran kembali sahamnya turut memengaruhi penguatan IHSG. Dia mencontohkan penjualan 10% saham Bank Mandiri dari total 80% saham yang dimiliki pemerintah. Ia menyebutkan, selama beberapa hari pada pekan ini IHSG memang dipengaruhi oleh sentimen negatif akibat bursa regional yang terpuruk. Bursa regional mengalami penurunan karena terjadi tren penguatan nilai dolar AS terhadap mata uang lainnya. "Akibat penguatan dolar, investor mengalihkan dananya dari pasar modal ke investasi di pasar uang seiring dengan sinyal penguatan suku bunga bank di AS," tambahnya. Flu Burung Secara internal, lanjut dia, kenaikan IHSG bertubi-tubi selama bulan pertama tahun ini adalah akibat siklus Efek Januari sudah berada pada ambang batas, sehingga indeks berpotensi terkoreksi lewat aksi profit taking atau ambil keuntungan yang dilakukan oleh para investor. Sementara itu, wabah penyakit flu burung yang terjadi di negara-negara Asia ikut memengaruhi sentimen negatif di bursa saham. Negara-negara yang menjadi kiblat bursa regional misalnya Hong Kong, Thailand, dan China, telah terjangkiti virus yang diduga telah menyerang manusia itu. "Akibatnya, investasi di daerah yang terjangkiti flu burung itu tidak diminati lagi oleh para investor," jelasnya. Zamroni memprediksi, lewat penurunan suku bunga SBI yang berdampak pada pengalihan investasi ke pasar modal, pada perdagangan pekan depan IHSG bakal menguat terus. Apalagi jika bursa regional juga makin membaik. Saham-saham yang harganya naik dan ikut mendongkrak IHSG antara lain Bank Mandiri yang naik 125 poin menjadi Rp 1.425, Astra Internasional naik 200 poin menjadi Rp 5.350, Indosat naik 1.350 poin menjadi Rp 17.350, dan Perusahan Gas Negara naik 100 poin menjadi Rp 1.650. Selain itu, saham Telkom juga naik 150 poin menjadi Rp 7.350, HM Sampoerna naik 50 poin menjadi Rp 4.850, Bank BRI naik 100 menjadi Rp 1.575, dan Aneka Tambang naik 75 poin menjadi Rp 1.625. (H2-53n) |