logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 7 Februari 2004 Jawa Tengah  
Line

Dikeluhkan, Bantuan Tak Kunjung Datang

  • Banjir di Siwalan dan Sragi

KAJEN - Warga Kecamatan Sragi dan Siwalan, Kabupaten Pekalongan yang dilanda banjir mengeluh soal bantuan yang tak kunjung datang. Mereka menilai Pemkab terlalu lamban dan tidak peduli dengan kondisi warga.

''Jangankan bantuan, sampai saat ini belum ada satu pun pejabat pemerintahan baik di tingkat desa, kecamatan, apalagi kabupaten yang sampai ke sini,'' ujar Dulhadi, Ketua RT 1 RW 5, Dusun Babadan Tugurejo, Desa Pait, Kecamatan Siwalan.

Dia mengatakan, 133 keluarga yang menghuni dusun itu jarang sekali menerima bantuan dari Pemkab, baik berupa bahan makanan, obat-obatan, atau bantuan lainnya. Padahal dusunnya selalu menjadi daerah langganan banjir yang paling lama.

''Saya dengar ketika dilanda banjir dua bulan yang lalu, daerah kami dapat bantuan, tapi kenyataannya warga tak pernah menerimanya,'' tuturnya.

Keluhan yang sama juga dikemukakan oleh warga lain di Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan. Mereka juga mengaku belum mendapatkan bantuan dari Pemkab.

''Sebenarnya saya tak terpikir untuk minta-minta bantuan kepada pemerintah. Namun kita hanya minta perhatiannya dan melakukan langkah serius agar banjir tidak terus-terusan melanda daerah kami,'' tutur Ahmad (30), warga Blacanan.

Assisten Bidang Pembangunan Drs Abdoel Chamied MM ketika dimintai konfirmasi mengatakan, bantuan itu baru akan disalurkan pekan depan. ''Warga Siwalan dan Sragi sudah terbiasa terkena banjir dan kita tetap akan menyalurkan bantuan berupa mi, sarden, dan kecap," ujarnya.

Warga yang terkena banjir, kata dia, juga mendapat bantuan dari Pemprov sebanyak 20 ton bera. Namun barang itu belum bisa diambil karena belum ada di Dolog.

Soal bantuan beras yang tidak sampai ke daerah yang membutuhkan, Chamied berjanji akan lebih ketat mengawasinya. ''Yang jelas, penyalurannya kami serahkan ke camat sepenuhnya,'' ujarnya.

Surut

Sementara itu, banjir di beberapa desa di Kecamatan Siwalan, kemarin berangsur-angsur surut. Sekitar pukul 05.00, genangan air di rumah-rumah warga sedikit demi sedikit berkurang. Selepas siang, air hanya menggenangi halaman rumah warga.

Padahal pada Kamis malam (5/2) hingga pukul 22.00, hujan masih deras dan ketinggian air masih sekitar 40-60 cm. ''Alhamdulillah, air sudah surut. Padahal semalam hujan deras dan warga sempat ketar-ketir,'' tandas Slamet (28), warga Dusun Grabyak, Desa Pait, Kecamatan Siwalan.

Namun banyak juga rumah di beberapa dusun di Desa Pait yang masih digenangi air seperti Dusun Tausit dan Babadan Tugurejo. Puluhan rumah di Desa Blacanan dan Yosorejo juga masih tergenang air, meski sudah surut sekitar 5-15 cm dari hari sebelumnya. (G16-81n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA