
| Sabtu, 7 Februari 2004 | Budaya |
Kolaborasi Wayang-JathilanPENTAS kolaborasi antara wayang kulit, dangdut, campursari, lawak, dan beberapa kesenian tradional seperti wayang wong, jathilan, serta reog, akan digelar Minggu (8/2) malam di alun-alun Kabupaten Wonogiri. Pokok sajian ini sebenarnya pada pergelaran wayang kulit dengan delapan dalang dan tiga kelir. Yakni, Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi SH, Ki Widodo Wilis SSn, Ki Mulyadi PB, Ki Ragil Pujono, Ketua Komisi IV DPR-RI Drs H Sumaryoto, Ki Eko Sunarsono SSn, Ki Anjat Sutrisno, dan Ki Suyati. Menurut seniman lawak Djoko ''Duweh Dagelan'', kolaborasi sapta budaya tersebut digarap secara terpadu, dan dikendalikan oleh para dalang. Ketika pergelaran masuk pada gecul (dagelan), misalnya, tokoh-tokoh seperti Limbuk-Cangik dan panakawan pada gara-gara akan diisi banyolan dengan bintang tamu Topan-Leysus. Dua bintang tamu lain adalah Uut Permatasari dan Waljinah yang akan pentas bersama sekitar 20 waranggana. Kesenian jathilan dan reog akan mengisi adegan ''perang kembang''. ''Pergelaran ini untuk memeriahkan ritual sedekah bumi Nusantara. Yakni ritual permohonan cara Kejawen, guna meminta karahayon dari Tuhan,'' kata Kabag Humas Drs Bambang Eko Sarwono MM. Pada Senin (9/2) malam, acara dilanjutkan dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk secara serentak di 25 kecamatan se- Kabupaten Wonogiri dengan melibatkan 74 dalang.(P27-79) |