
| Sabtu, 7 Februari 2004 | Budaya |
Marshanda dan ''Bidadari''ANDRIANI Marshanda yang akrab disapa Chacha ini memang tengah mekar-mekarnya. Pada usianya yang ke-14, Marshanda terlihat mulai matang dalam menapaki karier keartisannya. Aktingnya di sinetron Bidadari sepanjang 156 episode telah mengangkat nama bintang yang mulai menginjak usia remaja ini. Namun, tampaknya sinetron yang membesarkan namanya itu pula yang kini menjeratnya dalam sebuah masalah. Ya, artis belia itu kini terancam didenda Rp 500 juta karena dinilai mengingkari kontrak Multivision, rumah produksi yang membuat sinetron Bidadari. Namun, Marshanda ternyata bersikukuh bahwa ia telah menyelesaikan seluruh kewajibannya. Riyanti, ibu sekaligus manajer Marshanda, justru heran ketika Multivision mengajukan somasi terhadap anaknya. ''Soalnya seluruh syuting sudah dilakukan Marshanda, termasuk enam episode terakhir yang dipersoalkan. Saya tahu pasti, persoalannya kan karena Marshanda ingin keluar dari Multi tapi tidak boleh. Hanya itu. Marshanda memang keluar dari Multivision karena di rumah produksi itu dia tidak bisa berkembang,'' tutur Riyanti yang kemudian menunjuk Michael BD Hutagalung SH LLM sebagai kuasa hukumnya. Chacha yang menganggap pekerjaannya sekarang ini sekadar untuk menyalurkan bakat, mengaku tidak tahu menahu mengenai seluk beluk kontrak itu. ''Tanya manajemenku aja deh. Kalau mau ngobrol sama Chacha soal akting saja ya,'' katanya ramah. Gadis kelahiran Jakarta, 10 Agustus 1989 ini mengaku sangat senang menjalani segala aktivitasnya selama ini. ''Karena aku senang, jadi rasa lelah itu nggak terlalu kurasakan,'' cetusnya. Chacha keluar dari Multivision karena ingin terus berkembang. Itulah alasan utamanya. Semasa ikut Multi, Chacha cuma diberi satu sinetron, ya Bidadari itu. Padahal setiap 6 bulan sekali Chacha selalu tanya apakah ada sinetron baru untuknya. Namun, pihak Multi tampaknya nggak fokus ke sana. ''Ya, sudah. Begitu kontraknya habis, saya keluarkan dia dari Multi. '' tutur Riyanti. Kini, Chacha main di dua sinetron dan satu variety show. Dua sinetronnya produksi SinemArt pimpinan Leo Sutanto; Kisah Sedih di Hari Minggu dan Kisah Kasih di Sekolah. Keduanya bercerita mengenai perjalanan seorang remaja SMU. (Tresnawati-79) |