| INDEKS BERITA HARI INI | Jumat, 6 Februari 2004 |
Gus Mus Mundur dari Calon DPD
|
"Saya Mohon Maaf"
DUA orang yang dimintai pertimbangan terakhir sebelum Gus Mus menyatakan mundur dari calon anggota DPD yaitu ibu kandungnya, Nyai Hj Ma'rufah Bisri Mustofa dan Rois Aam PBNU KHMA Sahal Mahfudh. "Saya bertemu Kiai Sahal sambil jagongan dengan Gus Dur di halaman pondok, saat upacara mantu Rabu (4/2)," kata Gus Mus kepada Suara Merdeka tadi malam. |
|
|
HM Hasbi: Jika Fitnah Akan Saya Gugat
SEMARANG- Koalisi Mahasiswa Semarang (Komas) mengumumkan daftar sementara politikus bermasalah. Mereka menyebarkan daftar tersebut yang berjumlah 54 nama politikus bermasalah sambil melakukan aksi demonstrasi di bundaran air mancur Jl Pahlawan dan KPU Jateng, Kamis (5/2). |
Gelar Doa Vonis MA
|
|
|
Banjir Meluas, Ratusan Warga Masih Ngungsi
GROBOGAN - Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan kian meluas. Hingga Kamis (5/2) kemarin banjir menggenangi Kecamatan Tegowanu. Setidak-tidaknya 7 desa di kecamatan tersebut tergenang air antara 20 sentimeter dan 50 sentimeter. Diperkirakan areal persawahan seluas 200 hektare tergenang. |
Akad Nikah dalam Kepungan Air
|
|
|
Warga Diminta Siap Mengungsi
KUDUS - Sungai Wulan dan Sungai Juwana yang merupakan terusan Waduk Kedungombo dan sejumlah sungai di bagian hilir (bawah) waduk tersebut, kemarin kembali meluap. Karena air rata dengan tanggul, warga Dukuh Tanjungkali, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, diingatkan untuk waspada. |
Hasyim Muzadi: Silakan Lamar NU
|
|
|
Disediakan Anggaran Rp 70 Miliar Banjir akibat Tiga Hutan Gundul MOJOKERTO - Banjir bandang kembali terjadi di Kabupaten dan Kota Mojokerto. Musibah itu mengakibatkan 2 orang meninggal dan kerugian materiil miliaran rupiah. Banjir bandang di kedua daerah itu merupakan akibat dari penggundulan tiga kawasan hutan. |
Warga dan Perhutani Saling Tuding
PASURUAN-Berbeda dari Kota Batu dan Malang yang sudah bersih dari genangan air dan lumpur, di Pasuruan terlihat masih tergenang. Meski ketinggian airnya sudah jauh berkurang dibandingkan dengan Selasa malam saat kota ini diguyur hujan lebat dua hari beruntun dan berakibat banjir. |
|
|
PWI Jateng Adakan Pembekalan bagi Wartawan Peliput Pemilu
SEMARANG-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah akan mengadakan acara pembekalan bagi wartawan peliput Pemilu 2004. Kegiatan yang akan diikuti sekitar 200 wartawan anggota PWI itu akan berlangsung di lima kota, yakni Semarang, Magelang, Kudus, Pemalang, dan Cilacap. |
56 Ranjau di Jembatan Suramadu Diledakkan
SURABAYA-Ternyata di jalur pembangunan jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) terdapat puluhan ranjau aktif. Bahan berbahaya itu peninggalan zaman Belanda. Karena itu, seiring pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura, |
|
|
Tongkang Ditarik 10 Perahu Nelayan
SEMARANG-Ribuan nelayan Tambaklorok dan Tambakrejo sejak Rabu (4/2) malam mulai lega. Sebab, kegiatan mereka melaut berjalan normal, setelah dilakukan penarikan tongkang milik PT Best IX, yang terdampar di Sungai Tambaklorok sejak Selasa lalu. |
Badan Pengelola Kapal Kartini Akan Dibentuk
JEPARA - Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemkab Jepara akan membentuk badan usaha bersama untuk mengurus pengoperasian kapal cepat ''Kartini''. ''Akan dibentuk badan pengelola. Bentuknya bisa semacam koperasi, yang akan mengurus operasional kapal cepat,''. |
|
|
Forum Umat Islam Tolak Kupon Olahraga
SEMARANG- Berbagai elemen yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Umat Islam (FSUI) Jateng menolak legalisasi perjudian dalam bentuk apa pun, termasuk kupon olahraga berhadiah yang diselenggarakan PT Metropolitan Magnum Indonesia (MMI). Sekitar dua puluh lima orang, Kamis (5/2), mendatangi Komisi E DPRD Jateng untuk menyampaikan aspirasi itu. |
Hakim Kunjungi Penyimpanan Barang Bukti
|
|
|
Abdul Rohman, Pembuat Gelang Identitas Haji
KEMUDAHAN memperoleh identitas korban jamaah Haji Indonesia dalam peristiwa Jamarat tanggal 1 Februari di Mina, tidak lepas dari jasa Abdul Rohman beserta 117 orang krunya yang bekerja tak kenal lelah membuat gelang Identitas haji Indonesia. |
Festival Lampion Berakhir dengan Tragedi, 37 Tewas
BEIJING - Paling tidak 37 orang tewas dan 15 luka-luka dalam suatu musibah saat berlangsung festival lampion di utara Beijing, ibu kota Cina, kata sumber rumah sakit. "Setahu saya, 37 orang tewas dan 15 mengalami luka-luka," kata seorang dokter di RSU Miyun, semalam WIB, kepada Reuters. |
|