logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 6 Februari 2004 Jawa Tengah  
Line

Lelaki Tak Dikenal Tewas Dikeroyok

WONOSOBO-Lagi, amuk massa yang merenggut korban jiwa terjadi di Wonosobo. Seorang lelaki muda tanpa diketahui identitasnya, Rabu lalu meninggal dalam perjalanan ke RSU Wonosobo. Korban yang tewas mengenaskan itu, diduga dianiaya dan dikeroyok belasan warga/pemuda Desa Mirombo Rojoimo, Kecamatan Wonosobo.

Bulan sebelumnya, resedivis Mulyono (35) alias Kantil tewas dikeroyok massa di Dusun Jati Alit, Desa Sedayu, Sapuran. Dia dihajar karena mencuri televisi dan VCD milik Maryadi.

Rabu lalu pria malang berjaket kulit hitam itu ditemukan tewas dengan luka di bagian kepala. Bahkan tangan kiri patah dan tulang kedua kakinya remuk. Sampai Rabu sore lalu jenazah korban masih berada di kamar mayat RSU Wonosobo.

Sehubungan kematian pria muda tanpa identitas itu, petugas Reskrim Polres bergerak cepat dan berhasil menangkap 12 tersangka penduduk Mirombo Rojoimo, yang diduga kuat terlibat dalam peristiwa penganiayaan yang menewaskan korban.

Mereka terdiri atas Hartoyo (24), Rahmad (25), Slamet Arafik (21), Nur Choldim (19), Supriono (29), Suwoko (31), Dani P (28), Teguh R (28), Hermanto (22), Tunut (28), Kambali (53), dan E Yulianto (32).

Polisi juga mengamankan beberapa batu, kayu, dan dua senjata tajam serta tali yang digunakan untuk menganiaya korban. Benda-benda itu kini dijadikan barang bukti.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku Tunut dan sejumlah pemuda Desa Mirombo Rojoimo melakukan ronda siskamling. Sekitar pukul 02.15, Rabu dini hari lalu mereka melihat 3 orang yang mencurigakan . Ketika didekati, dua dari tiga orang yang dicurigai justru lari. Seorang lainnya yang berjaket kulit hitam tak sempat menghindar.

Pelaku Tunut mengatakan, orang yang lewat di jalan desa itu tak membawa identitas. Jawaban yang diberikan pun meragukan. Orang itu membawa karung kosong, sehingga mengundang kecurigaan.

Belasan pemuda itu segera mengeroyok. Dalam kondisi yang mengenaskan, korban dilarikan ke RSU Wonosobo. Tetapi tak lama kemudian, korban tewas.

Di Polres Wonosobo, ke-12 tersangka mengaku menganiaya korban dengan tangan kosong, batu, kayu, dan besi. Pelaku Rahmad mengaku menggunakan batu dan besi. Pelaku Teguh R mengikat tangan korban dengan tali. Kambali, paling tua menyatakan, bahwa dia hanya turut menganiaya korban lantaran jengkel.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP HP Sitorus menyayangkan tindakan main hakim itu . Mereka, kata Kasat, tidak boleh bertindak berlebihan, apalagi korban belum terbukti sebagai penjahat. Mereka seharusnya melapor atau menyerahkan kepada aparat berwenang. Sehubungan kasus itu, AKP Sitorus menyatakan, kasus yang merenggut korban jiwa itu tetap akan diproses sesuai dengan prosedur hukum.(P55-85s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA