
| Senin, 2 Februari 2004 | Olahraga |
Catatan Piala Udinus VIIITim Basket Tuan Rumah Mencetak Rekor UnikTURNAMEN bola basket antarperguruan tinggi dan SLTA se-Kota Semarang memperebutkan piala Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) VIII yang berakhir Sabtu (31/1) lalu di GOR Satria meninggalkan kenangan manis bagi tim tuan rumah. Tim putra-putri Udinus mencetak rekor unik karena untuk kali pertama berhasil merebut gelar juara. Sebelumnya, hanya tim putra yang menonjol. Di bagian putra, Udinus menundukkan Universitas Negeri Semarang (Unnes) 63-34, sedangkan posisi ketiga ditempati Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Sementara itu di sektor putri dengan menggunakan sistem saling ketemu -karena hanya diikuti empat tim- Udinus menduduki urutan pertama disusul Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), Unnes, dan Unissula. Pada kelompok SLTA, SMA YSKI menjadi yang terbaik di bagian putra setelah mengalahkan SMA 5 53-46. Tempat ketiga diduduki SMA 1 Kendal, sedangkan SMA Karangturi berada pada posisi keempat. Di sektor putri, SMA Theresiana 1 menjadi juara selepas menaklukkan SMA 1 Kendal 54-32. Posisi ketiga diisi SMA Kebondalem, lalu SMA 5. Khusus untuk kompetisi SLTA, panitia yang diketuai Daniel Tedjoseputro memilih Andre N (YSKI) sebagai pemain terbaik putra. Pemain terbaik putri jatuh ke tangan Yon Novi dari SMU Theresiana 1. ''Pada turnamen kali ini Udinus menurunkan tim dengan kekuatan 90 persen pemain-pemain baru,'' kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Y Tyas C Pramudi SSi MKom. Tyas menambahkan, regenerasi tim harus dilakukan karena pemain-pemain lama sudah lulus. Regenerasi berlangsung mulus berkat dukungan Rektor Ir Edi Noersasongko MKom. Sebagai orang nomor satu di Udinus, Edi selalu mendukung segala aktivitas di kampus. Namun dia selalu mengingatkan, olahraga boleh jalan, tetapi studi yang paling penting. ''Basket boleh, kegiatan yang lain pun ayo, namun para mahasiswa jangan sampai lupa dengan tugas utama mereka yakni belajar dan menyelesaikan studi tepat waktu,'' paparnya. Mahasiswa Udinus terpacu untuk berprestasi karena mereka yang berhasil akan mendapat bonus berupa pembebasan uang kuliah selama satu semester. Patah Kaki Final putra antara Udinus dan Unnes berjalan menarik. Udinus yang menurunkan starter Budi, Teguh, Vidi, Arif, dan Mustofa langsung menggebrak dengan kerja sama apik. Tembakan tiga angka oleh Budi dkk juga akurat. Semangat bertanding Budi cs bisa terjaga berkat dukungan suporter khusus di pinggir lapangan. Yel-yel kreatif dan nyanyian penambah semangat yang ditingkah dengan bunyi tetabuhan membuat tim Udinus tak pernah kendur. Sayang, ketika babak pertama tinggal tersisa dua menit dan 42 detik, malapetaka menimpa kubu Udinus. Dalam sebuah perebutan bola atas di daerah sendiri, Teguh bertabrakan dengan salah seorang pemain Unnes. Ketika mendarat, posisi kaki Teguh salah sehingga dia mengalami patah kaki kiri. Insiden itu menyulut kemarahan suporter Udinus. Namun pada saat kritis Tyas Pramudi langsung turun ke lapangan untuk menenangkan para mahasiswa. Dengan pendekatan dan ketegasan yang dimilikinya, mahasiswa pun bisa tenang kembali. Meski tanpa Teguh, Udinus tetap oke. Sebaliknya, Unnes seperti kehabisan tenaga dan menyerah 34-63. ''Teguh langsung dirawat di RS Telogorejo dan semua biaya ditanggung Udinus,'' ujar Tyas menjelaskan. Piala Udinus tahun ini sekali lagi didukung Sampoerna A-Mild. Untuk kejuaraan mendatang, pihak Sampoerna juga siap memberikan sokongan. ''Basket itu olahraga yang disukai kawula muda. Kebetulan pangsa pasar kami adalah kawula muda sehingga kami tak ragu untuk mendukung Piala Udinus,'' tutur Jimmy Soendoro dari PT Sampoerna. (Edi Indarto-59n) |