
| Senin, 2 Februari 2004 | Olahraga |
''Permainan Anak-anak Luar Biasa''SIDOARJO - ''Kami manfaatkan kelemahan lini pertahanan mereka. Sebab, melihat hasil pertandingan melawan PSS Sleman, lini belakang Deltras rawan dibobol,'' ujar pelatih PSIS, Cornelis Soetadi kepada Suara Merdeka usai timnya mencetak kemenangan 4-3 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (31/1) petang lalu. ''Anak-anak ingin menang. Jadi, capai seperti apa pun tak dirasakan. Pokoknya mereka harus merebut poin. Karena itu, hari ini permainan mereka luar biasa.'' Kemenangan ini, lanjutnya, tak lepas dari beban berat yang ditanggung tuan rumah. Mereka dituntut menang. Akibat tekanan mental itu, kesalahan banyak mereka lakukan. ''Tekanan mental pada pemain Deltras sangat berat dan itu merusak mental bertanding mereka. Tak jarang pemain Deltras salah mengoper bola,'' tambahnya. Soal kartu merah yang diberikan wasit kepada Agung Setyabudi, Soetadi menyatakan, ''Protes itu kan sebenarnya tak masalah. Dia kan kapten tim. Kalau dia protes masalah yang benar, mestinya wasit nggak begitu. Namun yang penting, sekarang kami merengkuh kemenangan. Meski Agung tak bisa main dua kali, saya masih punya pemain lain untuk menggantikan posisinya.'' Lamban Memang, barisan belakang Deltras sangat mudah dibobol lini depan dan tengah lawan. Dari 7 kali bermain, mereka kebobolan 14 gol dan hanya memasukkan 3 gol. Saat menjamu PSIS, lini pertahanan mereka diisi kapten tim Agustiar ''Ucok'' Batubara, Claudio Gigena, dan Thomas Libiih. Dari ketiga pemain tersebut, hanya Ucok yang mampu bermain tangkas dan taktis. Gerakan Gigena dan Libiih lamban saat menutup daerahnya dan mengawal pemain lawan ketika terjadi serangan balik. Peggantian Gigena oleh Abdul Rozak pada pertengahan babak kedua tak banyak membawa perubahan positif bagi kesebelasan berjuluk The Lobster itu. Lini pertahanan tim ini tetap keropos dan mudah dibobol pemain lawan. ''Karena kita sudah tahu lini pertahanan mereka keropos, ya langsung kita manfaatkan seoptimal mungkin kelemahan tersebut,'' tambah Soetadi. Di garis belakang Deltras hanya kiper Fredi Herlambang yang penampilannya lumayan bagus. Namun kerja keras Fredi itu tak berarti apa-apa ketika barisan belakangnya sangat mudah dibobol pemain depan dan tengah lawan seperti saat melawan PSIS, kemarin. ''Tak ada komentar atas hasil pertandingan ini,'' ujar Pelatih Deltras, Rudy William Keltjes, sambil geleng-geleng kepala.(G14-22n) |