
| Senin, 2 Februari 2004 | Berita Utama |
Kijang Tabrak Pohon, Tiga Orang Tewas
SEMARANG- Tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka ketika mobil Toyota Kijang H-7828-LH menabrak tiga pohon di tepi Jalan Walisongo Km 11, tepatnya depan pabrik karpet Mangkang, Minggu (1/2) pukul 14.30. Sebelum menabrak pohon, Kijang itu menyerempet seorang penjual bakso berikut gerobak dorongnya. Suwarno (35), penjual bakso dari Wonogiri yang kos di Tambakaji, Ngaliyan tersebut meninggal. Dua korban lainnya merupakan penumpang Kijang, yaitu Supeno (39) warga Jalan Madukoro I Semarang dan Efendi (33) tinggal di Jalan Madukoro III Semarang. Jenazah mereka kemarin disemayamkan di kamar mayat RS Dokter Kariadi. Adapun korban luka-luka adalah Bowo, Mujianto, Juwi, dan seorang perempuan . Dari keempat orang tersebut, Bowo mengalami luka paling berat. Dia dan korban lainnya kini dirawat di RS Tugurejo. Pengemudi Kijang, Suharto, warga Jalan Madukoro justru luput dari maut. Setelah kejadian itu, dia kabur dan hingga berita ini ditulis belum ditemukan. Aparat Satlantas Polwiltabes menahan Kijang yang ringsek di bagian depan dan gerobak bakso milik Suwarno. Penyebab kejadian masih diselidiki. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan para korban yang selamat, musibah itu diduga akibat pengemudi Kijang dalam kondisi tak sadar sepenuhnya akibat pengaruh minuman beralkohol. Akibatnya, kendaraan itu tidak dapat melaju dengan sempurna. ''Hasil pemeriksaan sementara, penyebab kecelakaan diduga akibat pengemudi Kijang mabuk. Setelah kejadian itu dia kabur. Kami masih mencari keberadaannya,'' ungkap Kasatlantas Polwiltabes Komisaris Mashuri didampingi Kanit Laka Iptu Tekun Rudiyanto. Hancur Menurut sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian, sebelum terjadi kecelakaan, mobil yang ditumpangi tujuh orang itu melaju dalam kecepatan tinggi dari arah Kendal menuju ke Kota Semarang. Sesampainya di lokasi kejadian, secara tiba-tiba mobil itu berjalan oleng. Pada saat bersamaan, Suwarno sedang mendorong gerobaknya hendak menyeberang dari tepi utara jalan. Kijang menyerempet lelaki itu berikut gerobaknya hingga dia terlempar dengan luka parah di kepala. Gerobak bakso beserta isinya hancur. Kendaraan tersebut terus melaju dan secara berturut-turut menabrak tiga pohon, lalu melompati median jalan hingga menyeberang ke sisi selatan jalan. Kijang baru berhenti dalam posisi menghadap ke barat. Beruntung, saat itu arus lalu lintas di ruas jalan tersebut tak begitu ramai sehingga Kijang itu tidak bertabrakan dengan kendaraan lain. Para korban luka dilarikan ke rumah sakit. Namun, salah seorang di antaranya, Suwarno, meninggal saat hendak dirawat. Kecelakaan itu menjadi tontonan warga. Arus lalu lintas di sisi selatan Jalan Walisongo macet hampir satu jam dan baru kembali normal setelah Kijang diderek ke Satlantas. Salah seorang korban, Juwi, menuturkan, siang itu dia dan teman-temannya baru saja pulang dari lokalisasi Gambilangu, Mangkang. Dia menuturkan, semua penumpang Kijang termasuk dirinya dan sopir, Suharto, dalam keadaan mabuk. Sementara itu, dalam kejadian lain yang hampir bersamaan waktunya, Wagimin (57) warga RT 7 RW 6, Kalicari, Semarang tewas tertabrak motor Hokkaido H-5987-PR yang dikendarai Sidik (30) warga Jalan Kanguru Semarang di perempatan Jalan Supriyadi - Jalan Brigjen Soediarto. Saat kejadian, korban naik sepeda melaju di Jalan Brigjen Soediarto. Dia hendak menyeberang perempatan dari timur ke barat. Adapun Sidik yang berboncengan dengan seorang temannya melaju dari arah Tlogosari (utara) hendak masuk ke Jalan Brigjen Soediarto. Diduga karena masing-masing pengendara kurang berhati-hati, motor menabrak sepeda tepat di tengah perempatan. Korban yang purnawirawan TNI-AD itu meninggal di lokasi kejadian. Jenazahnya dibawa ke kamar mayat RS Dokter Kariadi. (G3-78j) |