logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 2 Februari 2004 Berita Utama  
Line

40% Peternak Ayam di Jateng Gulung Tikar

PURWOKERTO- Akibat wabah flu burung atau avian influenza (AI), 40% peternak ayam di Jawa Tengah gulung tikar. Bila tidak ada penanggulangan yang lebih serius dari pemerintah, maka jumlah peternak yang gulung tikar akan bertambah.

''Pemerintah harus segera mengambil langkah agar wabah flu burung bisa ditanggulangi dan peternak ayam bisa tertolong dari kebangkrutan. Di Jateng 30%-40% peternak ayam sudah tutup karena serangan wabah flu burung,'' ungkap Ketua Dewan Ekonomi Peternakan Jateng, Hardiat Heru Nugroho, kemarin.

Jumlah peternak ayam di Jateng yang besar sebagai inti, kata dia, hanya berjumlah puluhan. Akan tetapi setiap peternak inti mempunyai plasma yang jumlahnya ribuan.

Jika dihitung, jumlah peternak yang bangkrut karena ayamnya mati terserang wabah AI mencapai ratusan. Ayam yang mati karena wabah AI di Jateng mencapai ratusan ribu dan tersebar hampir di semua daerah di Jateng.

Para peternak plasma telah berusaha untuk menanggulangi wabah AI dengan memberikan vaksin. Bahkan, mereka rela menjual harta bendanya berupa perhiasan emas untuk membeli vaksin agar ayamnya terselamatkan. Harga vaksin Rp 500.000 per vial (600 ml). Satu vial bisa dipakai memberi vaksin untuk 250 ekor ayam.

Dewan Ekonomi Peternakan Jateng menyambut baik rencana pemerintah yang akan memberikan ganti rugi kepada peternak yang ayamnya terserang AI.

Namun para peternak masih kebingungan terhadap rencana pemerintah itu, karena belum tahu kepada siapa surat ditujukan jika peternak akan mengajukan klaim dan seberapa banyak yang akan diganti rugi.

''Terus terang, sampai saat ini peternak masih kebingungan ke mana pengajuan klaim ditujukan, apakah cukup kepada bupati atau kepada gubernur. Sebab, ganti rugi ini dananya dari Pemerintah Pusat,'' ungkapnya.

Meski belum ada mekanisme yang jelas dalam pengajuan klaim ganti rugi ini, Dewan Ekonomi Peternakan Jateng saat ini sedang mendata semua peternak ayam termasuk jumlah ayam yang mati karena terserang AI.

Heru yang juga ketua Persatuan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Banyumas menjelaskan, AI tak hanya menyerang ayam petelur saja tetapi juga mulai menyerang ayam pedaging. Seperti di Banyumas dan Cilacap, peternakan ayam di daerah aliran sungai (DAS) Serayu semakin banyak yang terserang wabah AI. (G23-81j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA