logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 2 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Penjual Tempe Itu Belum Ditemukan

PURWOREJO- Bencana alam yang menyebabkan kematian Sarinah (60), warga Desa Plipir, Purworejo ternyata juga menjadikan banyak konsumen tempe kecewa. Terutama para pelanggan pembeli tempe yang diperdagangkan Sarinah.

Selama ini dia dikenal sebagai penjual tempe di Pasar Pagi, Purworejo. Orang yang hingga kemarin belum ditemukan jasadnya itu dikenal sangat ramah dan baik hati. Tidak hanya itu, tempe yang dijualnya juga dianggap khas.

''Tiyange ramah sanget, tempene nggih eco. Gandheng sampun seda, kula kelangan bakul lengganan (Orangnya baik sekali, tempe yang dijual dia enak. Namun karena meninggal, saya jadi kehilangan penjual yang sudah jadi langganan),'' tutur Paimah, warga Ketosari, Bener.

Beberapa pelanggan Sarinah memuji tempe yang diperdagangkan penjual yang satu itu enak rasanya. Mungkin karena kedelai yang digunakan tidak dicampur macam-macam, sehingga hasil tempenya enak dikonsumsi. Selama ini dia menjual tempe yang dibuat Sagiman (38), anak menantunya warga Ngabean, Kaligono, Kaligesing.

Setiap sore Sagiman mengantar dagangan ke mertuanya. Kamis (29/1) sore dia juga mengantar tempe ke rumah mertua. Namun, karena turun hujan sangat lebat dia tertahan di rumah mertua sampai malam.

Tanpa diduga bencana alam menimpa lima rumah warga Plipir termasuk milik Sukardi dan Sarinah, tempat Sagiman berada malam itu. Jenazah Sukardi (65) ditemukan Jumat pukul 09.00, sedangkan penemuan mayat Sagiman pukul 09.58. Enam mayat, yaitu Sukardi, Edi Rochmadani, Tukino, Akhmad Rifai, Ruskayati, dan Sagiman ditemukan terkubur mengelompok.

Mayat Sarinah (istri Sukardi) yang semula diperkirakan berada tidak jauh dari enam mayat lainnya ternyata meleset. Upaya pencarian penjual tempe itu sampai Sabtu petang belum membuahkan hasil. Sementara itu, mayat Mursidah (24) ditemukan Jumat sekitar pukul 15.00 dan mayat Nina Ariyanti (6) ketemu pukul 15.15.

Informasi terakhir yang diperoleh, jenazah Mursidah diusung ke RSUD Purworejo karena dia hamil tua. Para penolong berharap, bayi dalam kandungan Mursidah masih bisa diselamatkan. Namun ternyata setelah dikeluarkan dari rahim, bayi sudah tidak bernyawa.

Dengan demikian, sampai dengan pukul 15.00 Minggu kemarin, masih ada dua warga Plipir yang belum ditemukan, yaitu Sarinah dan Paiman.(yon, P60-33j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA