logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 2 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Meski Hujan, Ribuan Umat Islam Penuhi Masjid Agung Jateng

SEMARANG - Ini kali pertama Masjid Agung Jateng (MAJ) yang berlokasi di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari menggelar shalat Idul Adha. Seusai shalat id, di halaman masjid itu juga diselenggarakan penyembelihan hewan kurban yang terus dibagikannya kepada orang yang berhak menerima.

Seperti penyelenggaraan shalat Idul Fitri 1424 H lalu, antusiasme masyarakat sekitar, bahkan yang bertempat tinggal jauh dari masjid pun begitu tinggi untuk beribadah di masjid kebanggaan masyarakat Jateng tersebut, Minggu (1/2) kemarin. Hujan yang mengguyur sejak hari masih gelap tak membuat ribuan umat Islam urung datang ke MAJ.

Gubernur H Mardiyanto, Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir H Budi Santoso, Kakanwil Depag Jateng HM Chabib Thoha MA, Ketua Badan Pengelola MAJ Drs H Achmad, anggota DPRD, para ulama, dan tokoh masyarakat juga melakukan shalat id di masjid itu.

Antusiasme warga yang cukup tinggi itu seperti dilakukan oleh salah seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Wahyono. Anggota KPU yang masih berstatus mahasiswa Unnes dan tinggal di Sekaran, Gunungpati itu menyatakan niatnya shalat di MAJ meski lokasinya jauh dari tempat tinggalnya.

Karena terlalu banyak yang hadir, serambi utama pun tak mampu menampung. Panitia sudah menyiapkan halaman masjid untuk menampung jamaah.

Namun hujan yang turun sejak Sabtu (31/1) malam sampai pagi itu membuat halaman tak untuk menampung mereka. Panitia pun akhirnya menyediakan lantai satu masjid dan tempat parkir untuk menampung jamaah. Karena hujan juga, shalat yang semula akan digelar pukul 06.15, terpaksa diundur pada pukul 07.00. Hal itu sekaligus memberi kesempatan kepada jamaah yang terus berdatangan agar tak tertinggal.

Penggunaan lantai satu dan halaman MAJ sempat dipertanyakan keabsahannya oleh beberapa orang. Namun oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, Habib Muhammad Luthfiy Ali bin Yahya dan Kepala Kanwil Depag Jateng Chabib Thoha MA, tempat itu dinyatakan sah. Sebab lantai satu tersebut menyambung ke lantai dua.

Kesibukan Panitia Idul Adha 1424 H begitu kentara begitu jamaah mulai berdatangan. Sebagian dari mereka membagikan kantung plastik untuk membungkus alas kaki jamaah, sedangkan lainnya ada yang mengatur parkir.

Shalat id di MAJ itu dipimpin oleh KH Harir Muhammad Al Hafidz, Pimpinan Pondok Pesantren Bustan Usyaqil Quran (BUQ) Betengan, Demak. Adapun khotbah disampaikan Ketua Umum MUI Jateng Habib Muhammad Luthfiy Ali bin Yahya.

Dalam khotbahnya, Habib Muhammad Luthfiy menyatakan sejumlah hal penting yang bisa dikaji dari peristiwa yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan anaknya, Ismail, terkait dengan kurban. Antara lain, menciptakan seorang pemimpin yang siap memimpin. ''Itu tergambar dari diri Nabi Ibrahim.''

Sementara itu Ismail, kata dia, merupakan suatu gambaran seorang anak yang siap untuk dipimpin. Bila hal itu tumbuh pada semua keluarga mukmin, setiap kepala keluarga akan optimistis pada masa depannya.

Hikmah lain yang bisa dipetik dari peristiwa kurban oleh Ibrahim dan Ismail bukanlah sekadar mengalirkan darah dan membagikan dagingnya kepada yang wajib menerimanya.

Namun bila dikaji lebih jauh, dunia Islam telah mendahului perhatiannya pada kesehatan. Kaitannya dengan hal itu, menu, kalori, dan gizi adalah keperluan dan kebutuhan setiap umat.

Hewan Kurban

Usai shalat id, acara dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Dalam upacara penyembelihan, Ketua Badan Pengelola MAJ Drs H Achmad melaporkan, jumlah hewan kurban yang terkumpul adalah 8 ekor sapi dan 18 kambing. Hewan itu antara lain berasal dari Gubernur H Mardiyanto (1 sapi), Ir H Budi Santoso (1 sapi dan 2 kambing), sejumlah instansi atau lembaga tingkat Provinsi Jateng, dan para shahibul qurban lain.

Secara simbolis, H Mardiyanto dan Ir H Budi Santoso menyerahkan sapi kurban kepada Ketua Badan Pengelola MAJ Drs H Achmad dan diteruskan kepada Ketua Panitia Idul Adha 1424 H MAJ H Agus Fathuddin Yusuf SAg.

Dalam sambutannya pada upacara penyembelihan kurban, Gubernur berharap dua kegiatan yang baru kali pertama digelar di MAJ tersebut yakni shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, membawa berkah bagi upaya Badan Pengelola MAJ dalam memakmurkan masjid, sebagaimana makmurnya Kakbah di Masjidil Haram.

Ketua Panitia H Agus Fathuddin Yusuf SAg mengatakan, pembagian daging kurban diutamakan bagi warga sekitar MAJ seperti di Kelurahan Sambirejo, Siwalan, dan Sawah Besar. Selain itu, juga disalurkan ke panti asuhan, lembaga pendidikan, masjid, musala, dan fakir miskin. (G7-78n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA