logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 2 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Merambah 22 Daerah di Jateng

SEMARANG- Wabah flu burung di Jawa Tengah makin mengganas. Data dari Dinas Peternakan Jateng, hingga Sabtu (31/1) lebih kurang 744.000 ayam milik peternak di Jateng telah mati akibat terserang penyakit yang disebarkan oleh virus AI tersebut. Namun, angka kematian ayam sebesar itu masih di bawah 1% dari jumlah total populasi unggas baik ayam (potong/petelur), itik, dan entok di Jawa Tengah yang 113 juta lebih.

Kepada para wartawan, Sabtu (31/1) seusai "Saturday Morning Show Live Trijaya Semarang FM Semarang" di Grand Candi Hotel, Kepala Dinas Peternakan Jateng Drh Sugiyono Pranoto menjelaskan, jumlah ini berkembang dibandingkan laporan sebelumnya yang menyebutkan ayam yang mati masih 600.000.

Bertambahnya ayam yang mati ini, ujarnya, karena kabupaten/kota yang terserang wabah tersebut makin bertambah. ''Sekarang sudah merambah di 22 kabupaten/kota, padahal sebelumnya baru 17 kabupaten/kota,'' tutur dia sambil menjelaskan, daerah terbaru yang diserang wabah flu burung adalah Kabupaten Boyolali, Kabupaten Blora, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Purworejo.

Di Jateng, ujarnya, penyakit unggas tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak pertengahan September 2003 lalu. Namun, kala itu belum ditemukan virus penyebabnya.

Dialog interaktif dengan tema ''Merebaknya Wabah Flu Burung: Indikasi Mengganggu Kestabilan Politik Menjelang Pemilu 2004?'' menampilkan Alvien Lie (anggota Komisi V DPR RI), dr Joko Kartono (Direktur RSI Islam Kendal), dan Vincent Didik A (pengamat ekonomi politik Unika Soegijopranoto Semarang). Dialog tersebut dipandu Ketua PWI Jateng Sasongko Tedjo SE MM.

Sugiyono mengatakan, dari 22 kabupaten/kota tersebut ayam di Banyumas yang paling banyak kematian, yakni 100.000 ekor ayam. Untuk menanggulangi wabah itu, sejauh ini Dinas Peternakan Jateng telah mengambil langkah-langkah penanggulangan.

Antara lain dengan mem-biosecurity, yaitu pembatasan lalu lintas pekerja, pencegahan kontak antara ayam dan burung liar, serta sterilisasi peralatan kandang ayam. Upaya lain, vaksinasi dan pembatasan lalu lintas pengiriman unggas serta pemusnahan dengan pembakaran atau penimbunan.

Sementara itu dr Joko Kartono mengemukakan, di Indonesia efek ke manusia belum sedahsyat di luar negeri. Wabah flu burung dapat menyerang manusia lewat binatang reservoir atau perantara seperti babi atau kuda.

''Kalau di Bali ada korban manusia yang diduga terserang flu burung bisa saja karena di sana mayoritas penduduk beternak babi,'' tutur Direktur RSI Kendal tersebut. (G17-78j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA