logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 2 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Berantas Flu Burung, Jatim Dapat Rp 8 M

SURABAYA- Dari anggaran Rp 212 miliar yang diberikan Pemerintah Pusat untuk pemberantasan virus flu burung, ternyata Jatim hanya memperoleh kucuran tak terlalu besar. Jatim hanya memperoleh anggaran Rp 8 miliar untuk kepentingan pemusnahan virus mematikan ayam dan unggas tersebut.

Hal tersebut dikemukakan Dirjen Produksi Peternakan Departemen Pertanian (Deptan) Dr Drh Sofyan Sudrajat MS kepada wartawan di Surabaya, pekan lalu. Dia datang ke Surabaya mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Bungaran Saragih berkunjung ke Pusat Veterinaria Farma (Pusvetma) di Jalan A Yani Surabaya.

''Sejak Januari lalu, Pusvetma Jatim memproduksi vaksin unggas 4,6 juta dosis. Jumlah tersebut akan ditingkatkan sebagai upaya untuk menanggulangi vaksin ilegal yang kini ditengarai banyak beredar di masyarakat,'' paparnya. Anggaran Rp 8 miliar juga untuk pembuatan vaksin dan kepentingan lainnya.

Langkah pengadaan vaksin flu burung di Jatim dalam konteks sekarang sangat mendesak. Sebab, lebih kurang dua juta lebih ayam milik peternak mati akibat serangan virus flu itu. Kondisi buruk yang dialami peternak tersebut tak cepat tertanggulangi akibat persediaan vaksin tersebut yang minim di pasaran. Jumlah ternak ayam di Jatim secara keseluruhan diperkirakan 30 juta ekor. Produksi ayam Jatim, baik petelur maupun pedaging, selain dikonsumsi warga di provinsi itu sendiri, juga dikirim ke daerah lain seperti Kalimantan dan DKI Jakarta.

Ketua Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Cabang Jatim Paul Iskandar beberapa waktu lalu mengemukakan, ribuan peternak mengeluhkan soal kesulitan mendapatkan vaksin untuk memberantas virus flu burung.

''Saat virus flu burung meledak, kami panik. Kami membeli vaksin seadanya yang beredar di pasaran. Pokoknya kami membeli, tak peduli apakah itu palsu atau asli,'' ungkapnya.

Peternak mendapat dari Pusvetma dalam jumlah terbatas. Tiap-tiap peternak diberi 10.000 vaksin. Padahal, satu peternak memiliki ratusan hingga ribuan unggas. Karena itu, Mentan Bungaran Saragih mendorong Pusvetma meningkatkan kinerjanya, terutama terkait dengan produksi vaksin flu burung. ''Kami sangat serius menangani penyakit ini. Terbukti, kami mengalokasikan anggaran Rp 212 miliar,'' kata Mentan yang juga guru besar IPB Bogor.

Anggaran Rp 212 miliar, kata Bungaran, untuk empat langkah aksi bersifat prioritas. Apa saja? Pertama, melakukan proses seleksi terhadap keberadaan virus flu burung dan mematikannya. Kedua, program vaksinasi. Ketiga, meningkatkan kesadaran publik. Dan keempat, langkah-langkah penyelamatan ternak dan manusia. ''Peternak kita terkena paling akhir tapi paling ribut.''

Bungaran Saragih memprediksi, virus flu burung tuntas dalam tempo enam bulan ke depan. Orang pertama di Deptan ini mengakui, jumlah vaksin flu itu produksi di dalam negeri kurang. Karena itu, melalui perusahaan farmasi Bio Farma segera didatangkan lebih kurang empat juta vaksin dari total kebutuhan 30 juta.(G14-78j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA