
| Senin, 2 Februari 2004 | Berita Utama |
''Anggota Dewan Tak Ikut ke Laos''SEMARANG- Rencana kunjungan Pemprov Jateng ke Laos berkaitan dengan kegiatan Asean Tourism Forum (ATF) XIII, tak akan mengikutsertakan anggota Dewan. Kegiatan tersebut akan diikuti lima pejabat Pemprov Jateng dari Bappeda, BIKK, Dinas Pariwisata, dan Sekretariat Daerah, serta dua stakeholder dari Asita dan PHRI Jateng. Hal itu disampaikan Kepala Badan Informasi, Komunikasi, dan Kehumasan (BIKK) Pemprov Jateng Drs Anwar Cholil dalam siaran persnya, Jumat (30/1) . ''Tidak ada anggota DPRD Jateng yang ikut,'' kata Anwar Cholil. Dia mengatakan, kunjungan itu terkait dengan kondisi kapariwisataan di Indonesia yang mengalami ujian dan tantangan cukup berat. Stabilitas sosial, politik, dan faktor keamanan dalam negeri, tragedi World Trade Centre (WTC), bom Bali, dan isu SARS menjadikan kondisi kepariwisataan yang telah tumbuh dan berkembang kembali turun cukup signifikan. Adanya travel warning dan travel advisory, menurut dia, makin memprihatinkan kondisi kepariwisataan Indonesia. Hal tersebut bukan saja mengakibatkan turunnya kunjungan wisatawan mancanegara, namun secara luas menurunkan citra bangsa di mata dunia internasional. Karena itu, kata Anwar Cholil, mencermati hal tersebut Pemprov Jateng akan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan ATF XIII yang akan berlangsung pada 31 Januari-7 Februari di Kota Vientiane Laos. Menurut rencana, rombongan delegasi Jateng akan berangkat ke Bangkok Minggu (1/2), dan Seninnya melanjutkan perjalanan ke Laos. Rombongan akan tiba kembali di Tanah Air pada Minggu (8/2). Anwar Cholil mengatakan, ATF merupakan forum pertemuan tahunan antara National Goverment Organization (NGO) dan National Tourism Organizatioan (NTO), antarnegara ASEAN, serta Travel Exchange (Travex) antara buyers dan sellers untuk saling menawarkan dan membeli masing-masing produk unggulan. Bergiliran Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari pelaksanaan tahun 2003 lalu di Pnom Penh Kamboja. ATF pun telah dimulai pada 1981 di Kuala Lumpur Malaysia. Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut bergiliran di masing-masing negara anggota ASEAN. Sasaran yang ingin dicapai dari keikutsertaan kegiatan itu, menurut dia, antara lain memulihkan dan memantapkan kembali kepercayaan dunia internasional, khususnya terhadap kemampuan Indonesia dalam mengembalikan citra pariwisata Jateng. Selain itu, menjalin kerja sama antarnegara pangsa pasar wisatawan di kawasan ASEAN, khususnya Jateng, sebagai salah satu daerah tujuan wisata, dan sebagai ajang penyebaran informasi kepariwisataan di Jateng. Pihaknya berharap, keikutsertaan itu bisa membuat Jateng lebih dikenal oleh kalangan industri pariwisata internasional, khususnya di kawasan ASEAN dan sekitarnya. Juga untuk meningkatkan kerja sama antar-buyers dan sellers peserta ATF dengan para stakeholder di Jateng, sehingga terjalin bisnis antarproduk wisata yang ditawarkan secara berkesinambungan. ''Kami juga berharap negara-negara ASEAN dan sekitarnya dapat mengetahui produk dan informasi mutakhir tentang objek dan daya tarik wisata, termasuk pengembangan kawasan. Juga dapat menarik investor asing untuk menanamkan investasinya di Jateng,'' tambah Anwar Cholil. Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Drs H Ahmad Farid MA menjelaskan, anggota komisinya tidak ikut dalam kegiatan tersebut. Bahkan, sampai saat ini belum ada surat dari Dinas Pariwisata yang menjelaskan ATF. ''Saya sudah cek semua surat, tak ada yang dari Dinas Pariwisata. Jadi, dipastikan tak ada anggota Dewan yang ikut,'' katanya. (G7,H1-59t) |