
| Senin, 2 Februari 2004 | Berita Utama |
244 Haji Tewas Terinjak-injak
MAKKAH- Kejadian memilukan kembali terjadi di Mina. Menurut laporan wartawan Suara Merdeka Bagas Pratomo, semalam, 244 haji tewas terinjak-injak dan ratusan lainnya luka-luka di lembah dekat Makkah, Minggu kemarin. Di antara korban tersebut terdapat seorang berasal dari Indonesia. Ia adalah Ny Hg Aisyah binti Muhammad (64) kloter 10 BTJ dari Aceh Besar. Musibah tersebut terjadi ketika mereka sedang berebut untuk melempar jumrah. Ketua Daker Madinah Hasbu Marzuki menyebutkan, pihaknya masih mengecek apakah di antara para korban tersebut terdapat jamaah haji dari Indonesia. Menteri Haji Iyad Madani dalam jumpa pers menyebutkan, korban yang tewas secara resmi 244 orang. Meskipun ada sejumlah besar korban tewas itu, upacara penting terakhir dari ibadah haji itu dilanjutkan. Tahun lalu, 14 calon haji termasuk enam wanita, meninggal dalam desak-desakan pada hari pertama acara melempar jumrah itu dan 35 calon haji pada 2001. Sementara itu pada ibadah haji 1998, 118 haji tewas dan lebih dari 180 luka-luka di Mina. Korban tewas terburuk dalam ibadah haji Juli 1990, ketika 1.426 haji berjejalan atau sesak napas hingga meninggal dalam desak-desakan di sebuah terowongan, juga di Mina. Departemen Agama RI belum mendapat laporan adanya jamaah haji Indonesia yang tewas ketika berdesak-desakan melontar jumrah di Mina. "Kami belum mendapat laporannya," ungkap Kepala Biro Humas dan Hukum Arifin Nurdin, semalam. Menurut dia, untuk mengetahui apakah ada jamaah haji Indonesia yang tewas di antara ratusan korban itu, harus melalui penelitian dan inventarisasi lebih dulu, tidak bisa langsung dikeluarkan angka pasti. Dilaporkan, 244 jamaah haji itu terinjak-injak hingga meninggal di Mina Arab Saudi, pada puncak ibadah haji tahunan di Mina. Menurut saksi mata, bencana itu terjadi setelah dua juta calon haji berduyun-duyun ke jembatan Jamarat di Mina untuk melempar batu di tugu yang melambangkan setan. Polisi dan tim medis mengatakan, belasan orang berjejalan hingga tewas tapi tidak dapat memberikan jumlah pasti korban dengan segera. "Pagi ini, ada desak-desakan hebat antarjamaah yang sedang melempar jumrah. Beberapa calon haji tersandung dan sejumlah di antara mereka meninggal," lapor kantor berita resmi Arab Saudi (SPA) mengutip ucapan seorang pejabat kementerian dalam negeri.
Ratusan ribu orang berjalan di atas dan di bawah jembatan dengan lebar 15 meter yang membentang di atas sebuah lembah kecil di antara dua karang itu. Desak-desakan itu hampir selalu menelan korban jiwa setiap tahun. Pengamanan Ketat Aparat keeamanan Arab Saudi mengamankan ekstraketat tempat melontar jumrah di kawasan Mina, sedangkan aparat kepolisian berusaha sigap mengatur arus orang yang akan melontar batu di tugu Aqabah. "Polisi Arab Saudi melarang kami berlama-lama berada di bagian dalam ruang tempat pelontaran," ujar Budi, seorang petugas sektor yang baru saja melontar jumrah. Setelah melontar, kata Budi, polisi Arab Saudi meminta setiap orang untuk segera keluar dari bagian dalam jamarat lantai dasar. "Mungkin itu untuk menghindari terjadinya kepadatan manusia, yang akhirnya akan menimbulkan musibah berdesak-desakan seperti beberapa tahun lalu," tuturnya. Sejumlah tim kesehatan didukung 12 mobil ambulans disiagakan pada beberapa titik kawasan jamarat, mereka sangat sigap memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah haji yang sakit. Mobil ambulans yang tersedia selain untuk evakuasi penderita sakit, juga digunakan sebagai tempat perawatan sementara jamaah haji yang mendadak menderita sakit ketika berada di kawasan itu.
Sementara itu, Gubernur Makkah Pangeran Abdul Majid bin Abdul Aziz serta Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Dr Iyad Amin Madani turun langsung untuk terus memantau pelaksanaan ibadah haji dari Mina, Arafah, hingga Muzdalifah dan kembali ke Mina. Jamaah haji saat ini masih melaksanakan pelontaran jumrah di Aqabah, mencukur rambut, dan sebagian jamaah kemudian melaksanakan tawah Ifadlah di Masjidil Haram baik dengan jalan kaki sepanjang lima kilometer maupun menggunakan kendaraan. Sebagian calon haji juga memburu salat Idul Adha di Masjidil Haram. Sebagian calon haji, juga langsung menyembelih korban di Mina yang telah menyediakan 440.000 ekor kambing dan 8.000 ekor sapi serta unta untuk memenuhi keinginan jamaah haji melaksanakan kurban dan membayar dam. Depag Jateng Kepala Bidang Urusan Haji Kanwil Depag Jateng Drs H Muchtar Hadi MAg yang juga Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji mengatakan, hingga semalam pihaknya belum mendapatkan keterangan resmi dari Pemerintah Arab Saudi tentang peristiwa tersebut. "Saya juga baru mendengar dari televisi,'' katanya semalam. Dia berharap, musibah yang terjadi saat melontar jumroh tersebut hanya sekadar isu atau tidak terjadi. Dia mengajak seluruh umat Islam Indonesia untuk mendoakan mereka yang tengah menunaikan ibadah haji diberi keselamatan oleh Allah SWT, sehat dan tidak ada hambatan dalam menunaikan rukun Islam kelima. Kepala Biro Hukum dan Humas Depag Pusat Arifin Nurdin optimis mudah-mudahan tidak ada jamaah Indonesia yang menjadi korban. Sebab sampai semalam dia belum menerima kabar tentang itu dari pejabat Indonesia yang ada di Tanah Suci. ''Logikanya kalau ada jamaah Indonesia ikut jadi korban, beliau (para pejabat Depag) yang ada di Tanah Suci memberi kabar kepada kami,'' ungkapnya. Hingga kemarin, menurut data yang diperoleh jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia karena sakit 128 orang. Dia minta agar keluarga jamaah di Indonesia tetap tenang dan mempercayakan kepada petugas untuk meneliti dan mengurus jamaah Indonesia. (bg, ant,B13,wa-33j) | |||||