
| Senin, 2 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Sebaiknya Jalan Masuk Terminal Dibeton
BALAI KOTA- Perbaikan jalan masuk ke Terminal Terboyo yang berulang-ulang dinilai memboroskan anggaran. Sebaiknya, Pemkot memikirkan cara lain agar jalan masuk menuju ke terminal tersebut tetap awet tanpa harus berkali-kali memperbaiki. Anggota DPRD Kota Semarang Ir HR Heru Widiyatmoko MM, Minggu kemarin mengemukakan, sebaiknya Pemkot segera mengganti jalan aspal yang ada dengan konstruksi beton bertulang. Seluruh konstruksi harus diubah seperti di Jalan Ronggowarsito. ''Anggarannya memang besar, tetapi itu bisa dilakukan bertahap dan dengan perencanaan yang matang. Jika Pemkot kekurangan anggaran, sebenarnya bisa mengajukan bantuan ke Provinsi,'' kata Sekretaris Fraksi Golkar ini. Dia mengemukakan, walaupun jalan tersebut sering diperbaiki tapi sebentar saja rusak lagi. Itu percuma, sebab menghambur-hamburkan uang rakyat. ''Enam bulan lalu, jalan tersebut baru saja diperbaiki dengan dana Rp 300 juta. Mengapa sekarang rusak lagi?'' ujar dia. Tidak Ideal Selain dengan penggantian konstruksi, ungkap dia, saluran air di samping jalan masuk tersebut harus dibenahi. Dia mencontohkan, saluran di timur boleh dikatakan tak ada aksesnya, sehingga air langsung terhenti di pinggir jalan itu. Sebaiknya segera dilakukan pembukaan saluran dengan membuka akses ke depan atau ke belakang. ''Jika saluran itu belum diperbaiki, pengaspalan berulang-ulang akan mubazir karena akan rusak lagi,'' tandasnya. Heru mengemukakan, lebar jalan masuk yang hanya 12 meter juga tidak ideal. Apalagi sekarang lebar jalan itu dipotong empat meter untuk jalan keluar masuk truk trailer. Khusus jalan yang diperuntukkan bagi trailer tersebut, kendaraan jenis lain tak boleh masuk. ''Kok bisa seperti itu, padahal jalan itu di lahan milik Pemkot. Perusahaan tersebut berani bayar berapa kepada Pemkot. Itu merupakan kebijakan yang tidak tepat,'' tegas dia yang enggan menyebut nama perusahaan pemilik trailer tersebut. Menurutnya, jika perusahaan itu butuh jalan sebaiknya mencari lahan sendiri. Antara lain bisa membeli lahan di barat jalur masuk ke terminal yang masih kosong.''Bila lahan itu sudah menjadi milik pihak lain ya dibeli. Jangan menggunakan lahan milik Pemkot. Kalau tetap seperti sekarang, kesemrawutan di jalan masuk ke terminal tidak bakalan teratasi,'' papar dia. Sementara itu, Kasubdin Pengairan DPU Kota Semarang Ir Prasetyo Kencono Dipl HE mengatakan, saluran drainase itu sudah masuk ke kawasan terminal. Dalam pemeliharaannya pun menjadi tanggung jawab pihak terminal, dalam hal ini Dinas Perhubungan. ''Meskipun demikian, Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan membantu pembersihan saluran,'' ujarnya. Namun sampai saat ini, pengelola terminal belum mengajukan surat permohonan ke Dinas PU untuk meminta bantuan pembersihan.(G17-45j) |