
| Senin, 2 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Banyak yang TerlambatBALAI KOTA - Puluhan umat Islam terlambat mengikuti shalat Idul Adha di kompleks Balai Kota Semarang, Minggu (1/1) kemarin. Hujan yang tak kunjung reda sejak malam hari sebelumnya hingga waktu pelaksanaan shalat, menjadi salah satu penyebabnya. Mereka yang terlambat hanya bisa mendengarkan khotbah Idul Adha yang disampaikan oleh Drs KH Syamsudin Anwar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang. Pelaksanaan shalat itu pun terpaksa dipindahkan dari lokasi yang direncanakan. Semula, shalat id akan dilakukan di halaman Balai Kota. Karena hujan, panitia memindahkan ke Masjid Al Khusuf di kompleks Balai Kota, terletak di belakang kantor. Masjid yang tidak begitu luas itu pun tak mampu menampung jamaah. Terpaksa banyak yang melakukan shalat di emperan ruangan di kompleks kantor Balai Kota. Waktu kotbah disampaikan oleh khatib, tidak sedikit jamaah yang mendengarkan sambil berteduh di bawah payung. Ikut dalam shalat id itu antara lain Wali Kota H Sukawi Sutarip dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot serta masyarakat sekitar. KH Syamsudin Anwar dalam khotbahnya mengajak umat Islam agar menjadikan ikhlas sebagai landasan utama perekat kesatuan dan persatuan bangsa. ''Kondisi persatuan hidup umat sekarang lemah, terpecah belah. Itu akibat dari lemahnya akidah dan keyakinan serta lumpuhnya hati serta jiwa umat itu sendiri.'' Setelah shalat, Wali Kota Sukawi Sutarip ke Masjid Kauman. Di masjid itu, dia melakukan penyembelihan hewan kurban sapi dan kambing, secara simbolis. Ketua Panitia Kurban Masjid Kauman Wahid Akhmad menjelaskan, pada tahun ini jumlah hewan kurban yang disembelih 12 ekor sapi dan 52 kambing. Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah kambing kurban menurun, sedangkan sapi bertambah. ''Tahun lalu kambing 70 ekor dan sapi 11 ekor,'' tuturnya. Pembagian dilakukan tiga tahap, yakni pukul 13.00-14.00, 14.00-15.00, dan 15.00-17.00. Di Masjid Darussalam Plamongan Indah, jumlah kurban dua ekor sapi dan 27 ekor kambing. Ketika dibagikan, fakir miskin berjubel berebut daging. DPC Partai Keadilan Sejahtera Kecamatan Banyumanik juga melakukan kurban 13 ekor kambing. Hewan tersebut berasal dari kader dan simpatisan partai. (G17,H1,D14-45k) |