
| Senin, 2 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
40 Anak Dikhitan MassalSEMARANG- Empatpuluh anak dari berbagai kecamatan di Kota Semarang, kemarin mengikuti khitanan massal di Kantor PWNU Jateng Jalan Dr Cipto 180 Semarang. Sebelum dikhitan, mereka yang memakai seragam kain sarung, baju koko dan kopiah putih, satu per satu bersalaman dengan Rois Syuriyah KH Masruri Mughni dan Ketua NU Drs H Mohammad Adnan MA. Acara itu diiringi musik terbangan. Sementara orang tua wali mereka menyaksikan anak-anaknya dari kejauhan. Khitanan massal digelar di serambi depan gedung yang belum selesai pembangunannya. Sedangkan di ruangan lain berlangsung donor darah diikuti 25 orang. Beberapa kiai dan ulama sambil berbaring diambil darahnya oleh petugas transfusi dari PMI Kota Semarang. Ketua Panitia Suryanto Dwi Cahyo SE menjelaskan, acara tersebut dalam rangka memeringati Hari Lahir (Harlah) Ke-78 Nahdlatul Ulama, merupakan kerja sama NU dengan Paguyuban Serulingmas (Seruan Eling Banyumas). H Sahlan mewakili pengurus Serulingmas mengatakan, organisasinya berkembang dari tahun ke tahun. ''Pusatnya di Jakarta. Hampir di semua provinsi dan kota-kota besar berdiri paguyuban Serulingmas. Tidak bermaksud premordial dan mengembangkan kedaerahan. Melainkan ingin mengembangkan potensi orang-orang Banyumas di perantauan.'' KH Masruri Mughni mengatakan, sejak NU menyatakan kembali ke khittah 1926, tidak lagi mengurusi politik. Semata-mata melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. ''Alhamdulillah, dengan menjadi Jam'iyyah Islamiyah, Nahdlatul Ulama berkembang pesat baik dari segi jamaah maupun sumber daya manusianya. Kemajuan itu ternyata tidak hanya menjadi perhatian masyarakat di dalam negeri, tetapi juga pemimpin negara di dunia,'' katanya. Jumat malam (30/1) lalu, warga nahdliyyin kembali berkumpul di kantor NU untuk mengikuti istighotsah dan mujahadah(B13-45) |