
| Senin, 2 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
FH Untag Sosialisasi UU PemiluSEMARANG - Masyarakat pedesaan belum semuanya siap menghadapi Pemilu 2004 yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Mahasiswa sebagai salah satu komponen yang selalu terjun ke masyarakat melalui kegiatan KKN, harus mampu memberikan informasi pemilu secara benar. Demikian dikemukakan Rektor Untag Drs St Sukirno MS didampingi Dekan Fakultas Hukum Wijaya SH MH setelah evaluasi kegiatan Kuliah Kerja Pengabdian Masyarakat (K2PM) di sejumlah kabupaten, kepada Suara Merdeka, kemarin. Menurutnya, 330 mahasiswa Fak Hukum yang mengikuti K2PM itu melakukan sosialisasi UU Pemilu di daerah seperti di Temanggung, Pati, Jepara, dan Kabupaten Semarang. Mereka bersama masyarakat juga melakukan simulasi tata cara pencoblosan pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Sementara itu, Dekan FH Wijaya SH MH mengnyatakan ketidaksetujuannya kalau menjelang pemilu mahasiswa tidak boleh melakukan kegiatan sejenis KKN. Padahal, K2PM yang dilakukan FH Untag justru membantu pelaksanaan pemilu. ''Sosialisasi UU Pemilu dan simulasi pencoblosan didasarkan pada fakta aktual, masyarakat belum paham betul terhadap pelaksanaan Pemilu 2004, khususnya mengenai sistem dan tata cara,'' tuturnya. (H2-45k) |