
| Senin, 2 Februari 2004 | Jawa Tengah |
Sepi, Pedagang Kambing Kurban MengeluhKAJEN - Pedagang kambing kurban yang bermunculan di Kabupaten dan Kota Pekalongan selama Idul Adha mengeluh lantaran pembeli sangat sedikit. Beberapa pedagang tiban yang ditemui Suara Merdeka mengatakan, pendapatan mereka pada tahun ini menurun. ''Pada tahun lalu selama Idul Adha saya bisa menjual 40 ekor kambing, sekarang hanya delapan ekor,'' ujar Beny (40), yang membuka dasaran di pinggir Jalan Raya Pringlangu Pekalongan. Penurunan itu terjadi untuk semua jenis kambing, termasuk kambing jawa yang selama ini dikenal sebagai primadona masyarakat Kota Santri. ''Kambing jawa biasanya laris karena disukai orang Pekalongan, tapi sekarang juga sedikit yang laku,'' kata pedagang yang mengaku punya lebih dari 100 ekor kambing jawa. Keluhan yang sama juga dikemukakan Wakidi (40) yang berdagang di sekitar Medono, Pekalongan. Pedagang asal Randudongkal, Pemalang itu mengeluhkan sepinya pembeli kurban pada tahun ini. ''Pekalongan memang menjadi tujuan para pedagang dari Pemalang dan Tegal karena biasanya banyak yang membeli pada saat Hari Raya Kurban. Namun, pada tahun ini pembeli jauh lebih sedikit. Terkait Batik Penurunan perdagangan kambing kurban itu, menurut warga sekitar, disebabkan oleh lesunya industri tekstil dan batik akhir-akhir ini. ''Lesunya perdagangan tekstil dan batik akhir-akhir ini mungkin menjadi penyebab turunnya kemampuan masyarakat untuk berkurban,'' ujar Wahid (40), warga Simbangkulon, Pekalongan. Selain itu, harga kabing tahun ini juga naik 10-15 % dari tahun lalu. Pada tahun lalu kambing jawa kelas super berharga Rp 1 juta, tapi sekarang bisa Rp 1,5 juta. Adapun kambing jawa kelas bawah dan menengah Rp 500.000-Rp 1 juta. Dulu ketika industri tekstil dan batik bagus, banyak warga membeli hewan kurban. Mereka yang punya uang pada saat Idul Adha kebanyakan langsung membeli hewan kurban untuk menyempurnakan ibadahnya. ''Masyarakat Pekalongan terkenal religius, sehingga jika pada saat Idul Adha punya rezeki lebih, mereka akan ikut menyembelih hewan kurban,'' ujar H Rozikin, warga Buaran yang mengaku hanya menyembelih seekor kambing pada tahun ini.(G16-17e) |