
| Senin, 2 Februari 2004 | Jawa Tengah |
Dua Tewas Seketika, Tiga Terluka
PEMALANG - Petir yang menggelegar di sawah Dukuh Segeran, Desa Kendalsari, Petarukan, Pemalang, Sabtu lalu, mengakibatkan dua petani tewas dan tiga lainnya menderita luka bakar. Korban tewas sudah dikuburkan dan yang terluka masih dirawat di RSU Ashari.Menurut keterangan sejumlah warga, peristiwa itu diawali ketika cuaca di desa tersebut terang benderang dan langit pun sangat cerah. Namun tiba-tiba suasana berubah gelap karena langit tertutup mendung. Para petani yang sedang bekerja di sawah pun bersiap-siap untuk istirahat. Belum sempat mereka meninggalkan sawah, tiba-tiba petir menggelegar dengan mengeluarkan kilatan-kilatan api. Ternyata petir itu menyambar enam petani yang saat itu berada di kebun mentimun. Sementara itu, petani lainnya yang berada di tempat lain dan melihat kejadian itu segera berteriak minta tolong warga. ''Ketika penduduk melakukan pertolongan, ternyata sudah ada dua orang yang tewas dan empat lainnya tergeletak tak berdaya. Sebagian tubuhnya gosong terbakar. Seorang dari keempat orang itu akhirnya meninggal,'' ujar Danuri, warga setempat. Kedua orang yang tewas seketika adalah Siyati (35) dan Royatun (45). Adapun yang meninggal di rumah sakit adalah Maryati (30) dengan luka mengenaskan di bagian kepala. Korban lainnya yang masih dirawat di RSU Ashari adalah Waluyo (35), Ny Bawon (40), dan Sudarmo (56). Tabur Rabuk Waluyo mengungkapkan, pada hari nahas itu dia bersama lima rekannya sedang menabur garam (rabuk) di lahan tanaman mentimun milik Dustam. Petani lainnya saat itu juga sedang sibuk bekerja. Ada yang menebar rabuk dan bersih-bersih rumput serta memperbaiki saluran air. Tanpa disangka-sangka, ketika mereka hendak istirahat, petir menyambar. Waluyo seketika itu tidak ingat apa-apa dan baru sadar setelah berada di rumah sakit. Hal senada diungkapkan Sudarmo. Dia mengaku terpental ke saluran air ketika petir menggelegar. Rekan lainnya juga seperti itu. Kini keduanya hanya merasakan pusing-pusing. Menurut warga yang ikut menolong, saat itu semua korban ditemukan tergeletak tak sadarkan diri. Korban tewas Siyati dan Royatun tergeletak dalam posisi telentang. Caping (topi) penutup kepala mereka yang terbuat dari anyaman bambu hancur berantakan. Kepala korban luka mengerikan. Selain itu sebagian tubuhnya hangus. Petugas Polres Pemalang dan masyarakat segera memberikan pertolongan. Dua korban yang tewas diangkut ke rumah masing-masing dan dimakamkan pada hari itu juga. Empat korban lainnya dilarikan ke RSU Ashari. Namun karena luka di bagian kepalanya cukup berat, Maryati mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu malam pukul 23.00. (sf-17n) |