| INDEKS BERITA HARI INI | Jumat, 30 Januari 2004 |
| Pemilu 2004 43 Caleg DPRD Jateng Gugur
SEMARANG- Sebanyak 43 calon anggota legislatif (caleg) atau 3,98% dari 1.073 caleg DPRD Jawa Tengah dinyatakan gugur oleh KPU Jateng, kemarin. Caleg tersebut gugur karena syaratnya tidak lengkap, bukan lantaran tersangkut organisasi terlarang PKI atau terancam pidana lima tahun. |
Pemilu 2004 Calon Anggota DPD Dihukum SEMARANG-Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng Drs Abdul Ghofur dihukum 4 bulan dengan masa percobaan delapan bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin. Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim yang diketuai Rahardjo Mulyono SH dengan anggota Sutoyo SH dan Sri Muryanto SH ini lebih ringan dari tuntutan jaksa Eka Kurnia Sukma Sari SH selama 4 bulan penjara, denda Rp 1 juta, |
|
| Pemilu 2004 Diduga Gunakan Ijazah Palsu Anggota DPRD Jadi Tersangka PURBALINGGA-Kasus penggunaan ijazah Bachelor of Art (BA) palsu yang diduga dilakukan oleh Ahmad Ridwan Arifin terus bergulir. Caleg dari DPC PPP itu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Purbalingga. Didampingi 3 penasihat hukumnya, anggota DPRD itu mulai diperiksa petugas, Kamis (29/1). |
Pemilu 2004 Jhon Williams: Pemilu Aman
SEMARANG-Dalam rangka memperoleh informasi dan situasi Jawa Tengah, terutama berkaitan dengan Pemilu 2004, Sekretaris Bidang Politik Kedutaan Besar Australia Jhon Williams kemarin mengunjungi Kantor Redaksi Suara Merdeka di Jl Raya Kaligawe Km 5 Semarang. |
|
| Pemilu 2004 Fraksi Golkar Akui Dapat Rp 100 Juta SEMARANG- Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jateng H Soejatno SW SH mengakui ada dana bantuan parpol yang pembagiannya berdasarkan jumlah anggota Dewan. Masing-masing anggota mendapat Rp 100 juta. ''Namun dana itu bukan untuk perseorangan anggota Dewan, melainkan untuk parpol yang mengantarkan mereka ke Gedung Berlian,'' ujarnya kepada wartawan di Kantor FPG DPRD Jateng, kemarin. |
Pemilu 2004 PKB Rangkul Anak-Cucu Eks PKI SEMARANG- Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar menilai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat saat ini kurang baik dan tidak progresif. Hal itu ditunjukkan dengan lambannya pengiriman logistik seperti kotak suara ke daerah-daerah. Padahal, pelaksanaan Pemilu semakin dekat. Karenannya, jika kinerja tersebut tidak diperbaiki KPU, PKB dan partai lainnya akan membentuk KPU bayangan untuk menyelamatkan Pemilu. |
|