logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 26 Januari 2004 Sala  
Line

Pemilihan Putra-putri Batik

Semua Memperoleh Piala

KOTA - Pemilihan Putra-putri Batik dan Top Cover Model 2004 berlangsung meriah di Hotel Sahid Raya, Sabtu malam. Acara yang digelar Studio 3 Solo Modelling and Agency School bekerja sama dengan Suara Merdeka itu diikuti 135 peserta yang terbagi dalam kelompok anak-anak dan remaja.

Dalam lomba semacam itu biasanya ada yang menang dan ada kalah. Pemenang berhak mendapat piala ataupun hadiah lainnya. Namun dalam pemilihan kali ini, semua peserta mendapat piala dan piagam dari panitia. Pemenang terbagi dalam berbagai kelompok dengan kategori yang berbeda-beda, baik untuk putra-putri batik maupun top cover model. Peserta tidak ada yang kalah dan pulang dengan membawa piala ataupun piagam.

Kegiatan tersebut memang tidak sekadar ajang pamer kebolehan berlenggak-lenggok di atas cat walk. Sebab dalam acara itu juga dipamerkan sejumlah busana rancangan siswa sebuah lembaga pendidikan keterampilan bidang rancang busana. Untuk menyemarakkan acara itu juga disuguhkan pentas tari "Srimpi Kakung" dengan penari laki-laki.

Menarik memang sehingga acara yang dipadati pengunjung itu menjadi tampilan rancang busana batik ataupun penampilan para calon top cover model. Acara diawali dengan parade di atas panggung oleh semua peserta top cover model, baik kelompok anak-anak maupun remaja. Setelah parade, setiap peserta tampil sendiri-sendiri dalam dua penampilan busana. Pertama, mereka berlenggak-lenggok membawakan busana kasual dilanjutkan dengan busana pesta. Setelah tampilan peserta top cover model, acara dilanjutkan dengan parade dan tampilan panggung peserta putra-putri batik.

Kehadiran peserta anak-anak di atas panggung itu membuat suasana semakin meriah. Pakaian yang dipamerkan dan gaya mereka di atas cat walk, kepolosan dalam berlenggak-lenggok, dan keberanian mereka tampil mendapat aplaus hadirin yang menyaksikan.

Tanpa Ekspresi

Tampilan anak-anak usia play group dan taman kanak-kanak itu membuat penonton tersenyum karena keberanian dan kepolosan mereka saat di panggung. Ada memang yang bergaya layaknya peragawati berjalan dengan melenggak-lenggokkan pinggulnya. Namun ada juga yang asal nyelonong berjalan tanpa ekspresi dan gaya.

Sementara itu, kelompok remaja bila dilihat dari gayanya tampak bahwa pada umumnya mereka berangkat dari studio modelling. Dari cara dan gaya yang mereka tampilkan dengan postur tubuh yang rata-rata tinggi tampak jelas potensi untuk menjadi model.

Menyinggung soal semua peserta mendapat piala dan piagam, Ketua Panitia Sonny mengatakan, penyelenggaraan acara semacam itu memang menjadi cara studio model dalam menggerakkan motivasi peserta untuk selalu mengikuti kegiatan serupa.

Memang berbeda dari acara pemilihan lainnya. Dalam acara tersebut ada juara umum yang jumlahnya lebih dari satu orang. Demikian juga juara satu dan dua. Selain ada juara umum lebih dari satu orang, ada juga seorang pemenang yang dinobatkan sebagai juara. "Bagi mereka yang tidak biasa mengikuti kegiatan semacam itu, pemilihan ini tampak membingungkan. Sebab, semua peserta menjadi pemenang dan mendapat piala serta piagam," ujar seorang pengelola studio mode dari Wonogiri. (sri,G19-80n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA