
| Senin, 26 Januari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Stenografi "Seputar Semarang" Masuk MuriSEMARANG- Jari-jari Arief Sulistya, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip), menari-nari di atas mesin ketik manual. Wajahnya serius menghadapi mesin tua pencetak huruf itu. Itu terjadi dalam lomba mengetik tercepat yang diselenggarakan Akademi Sekretari Marsudirini (ASM) Santa Maria di Atrium Java Supermall Semarang, Minggu (25/1). Kegiatan itu dalam rangka perayaan Lustrum IV ASM Santa Maria. Dalam lomba yang tergolong langka itu mahasiswa angkatan 1999 tersebut dinyatakan sebagai pencetak rekor mengetik manual tercepat. Kecepatan dia 295 entakan/menit. Rekor itu tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri). Ketegangan serupa dialami Reni, siswa kelas III SMK Negeri 1 Kudus. Dia mengaku baru kali pertama mengikuti lomba semacam itu. ''Selama tiga hari saya mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba ini,'' katanya. Setiap peserta diwajibkan menulis naskah yang disediakan panitia dengan batasan waktu lima menit. Pencetak rekor adalah peserta yang berhasil mengetik kata terbanyak dengan cepat dan tepat. Lomba itu untuk memperebutkan piala Wali Kota Semarang dan hadiah uang pembinaan. Puluhan pengunjung mal terpukau melihat penampilan peserta lomba. Beberapa bergerombol di dekat lokasi perlombaan, sedangkan yang lain menyaksikan dari lantai atas. Rekor lain yang tercatat Muri adalah stenografi tabloid Seputar Semarang, edisi 22 tahun (1) 13-19 Januari 2004 dan replika surat niaga terbesar berukuran 6 x 4,2 m. ''Stenografi Seputar Semarang dibuat mahasiswa ASM Santa Maria angkatan 2001,'' kata penanggung jawab kegiatan Drs A Soerjowardhana MPd. Pembuatan dilakukan di kampus ASM Santa Maria dan dipamerkan di Atrium Java Super Mall Semarang. Replika surat niaga terbesar dibuat sivitas akademika ASM Santa Maria. Bahan yang digunakan stereofoam dan cat. Sekretaris Museum Rekor Indonesia Widayati mengatakan, Muri belum pernah mencatat ketiga kegiatan itu. Jadi semua dikategorikan rekor baru.
''Untuk masuk Muri ada tiga kriteria, yaitu paling, unik, dan langka. Lomba mengetik dan replika itu dikategorikan yang ''ter'' yaitu tercepat dan terbesar,'' katanya. Dia mengatakan, piagam akan diserahkan pada 27 Januari di Balai Kota Semarang. ''Penyerahan diberikan bertepatan dengan hari ulang tahun Muri,'' katanya. Pada saat penyerahan, kata dia, rencananya Muri juga menyerahkan piagam kepada Wali Kota Semarang. Sukawi Sutarip tercatat sebagai wali kota pertama yang terbanyak melakukan kunjungan di wilayahnya, yaitu dengan jalan sehat. ''Setiap Minggu pagi dia mengunjungi wilayah kerjanya. Jaraknya diperkirakan 1.500 km. Itu dilangsungkan selama dua tahun,'' katanya. (H3-83g) |