
| Senin, 26 Januari 2004 | Ekonomi |
Investasi Jateng Serap 34.142 Tenaga KerjaSEMARANG- Pertumbuhan investasi di Jateng berdampak signifikan terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2003, investasi atau penanaman modal, baik asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN) mampu menyedot tenaga kerja hingga 34.132 orang. ''Tenaga kerja yang terserap tidak hanya dari Jateng, tetapi juga mencakup pekerja dari luar provinsi,'' kata Yeru Salimianto, Ketua Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng, kemarin. Dia menuturkan, penyerapan kerja dari proyek penanaman modal tersebut selama ini terhitung cukup tinggi. Pada tahun 2002 saja jumlah tenaga kerja lokal yang bekerja di berbagai sektor usaha ini mencapai 16.803 orang, sedangkan total tenaga kerja asing terdapat sekitar 235 orang. Secara total, angka ini naik 100,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. ''Tambahan tenaga kerja yang terserap itu diharapkan mengurangi angka pengangguran di Jateng. Karena itu, jika jumlah investasi terus bertambah tahun 2004, diperkirakan jumlah tenaga kerja yang terserap juga akan lebih besar,'' jelasnya. Dia berharap pihaknya dapat bekerja sama dengan pihak Disnakertrans, khususnya untuk menyiapkan tenaga terampil di berbagai bidang. Dengan demikian dalam jangka ke depan, keterlibatan Disnakertrans akan dapat membantu mempersiapkan tenaga kerja asal Jateng, sehingga sesuai dengan kriteria perusahaan. Cukup Bagus Perkembangan investasi di Jateng selama dua tahun belakangan cukup bagus. Sepanjang 2003 nilai investasi Jateng khususnya untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 2,85 triliun. Jumlah tersebut meningkat 85% dari tahun 2002 yang senilai Rp 1,54 triliun. ''Realisasi investasi itu terdiri atas 18 proyek yang tersebar di Jateng dengan berbagai jenis produksi padat karya,'' ujarnya. Dikatakannya, untuk investasi penanaman modal asing (PMA) justru mengalami penurunan 50,8% dari 91,7 juta dolar AS menjadi 45,1 juta dolar AS. Meski demikian, jika dilihat dari jumlah proyeknya mengalami kenaikan dari 44 proyek menjadi 47 proyek. ''Investasi PMA sebagian besar dari modal gabungan seperti AS, Inggris dan Australia dengan 7 proyek senilai 3.483.000 dolar AS. Inggris terbesar, yakni 5 proyek senilai 12.000 dolar AS,'' tutur Yeru. Dia mengungkapkan, dari 47 proyek PMA yang masuk ke Jateng penyebaran proyeknya berada di eks Karesidenan Semarang, Surakarta, Pati, Kedu, Banyumas dan Pekalongan. Adapun minat investasi sebagian besar pada industri pengolahan kayu, jasa perdagangan industri tekstil, makanan dan minuman. ''Untuk investasi PMDN, daerah yang menjadi tujuan adalah Semarang, Banyumas, Kedu dan Pekalongan. Sektor yang banyak diminati adalah industri barang logam, tekstil dan industri pengolahan kayu,'' katanya. (G2-82k) |