
| Senin, 26 Januari 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Ditahan, Dituduh Cabuli Anak Tiri
AJIBARANG-Kapolsek Ajibarang AKP Khozin WTP menahan Suwarsono (41), warga Desa Pandansari, Ajibarang, Banyumas, kemarin. Tersangka dituduh melakukan perbuatan pidana karena telah melakukan hubungan suami istri dengan anak tirinya, Spr (25), tanpa nikah. Kasus itu terungkap setelah sejumlah warga melapor ke Polsek. "Kini dia kami tahan dan akan diproses untuk diteruskan ke Kejaksaan dan Pengadilan," kata Kapolsek. Suwarsono melakukan hubungan intim dengan anak tirinya sejak 11 tahun silam. Hubungan tanpa nikah tersebut telah menghasilkan empat orang anak. Kini Suwarsono tinggal serumah dengan istri sahnya, anak-anak, dan anak tirinya. Istrinya yang sah tersebut telah melahirkan tiga anak. AKP Khozin mengatakan, lelaki itu akan dikenai tuduhan pidana karena telah melanggar pasal 294 ayat 1 dan 2 KUHP mengenai percabulan terhadap anak di bawah umur. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara. Dalam menangani persoalan itu, polisi diperkirakan mengalami kesulitan karena perbuatan itu dilakukan sejak 11 tahun lalu, saat anak tirinya berusia 14 tahun. Kini wanita itu sudah berusia 25 tahun dan menurut hukum sudah dianggap dewasa. Berparas Cantik Suwarsono ketika ditemui di Polsek Ajibarang mengatakan, lebih dari 11 tahun dia menikah dengan seorang janda bernama Nartem. Wanita itu membawa serta anak gadisnya dari suami terdahulu. Anak tirinya berparas cantik, sehingga Suwarsono tertarik. "Saya benar-benar mencintai dia. Begitu juga dia," katanya. Tersangka mengatakan, istrinya yang sah tidak mempersoalkan hubungan intim dengan anak tirinya. Ketika hubungan itu kali pertama diketahui, Nartem sempat marah namun belakangan membiarkan saja. Ketika anak pertama dari hubungan Suwarsono-Spr lahir, warga Pandansari sempat marah dan mengusirnya. Lelaki itu berjanji tidak akan melakukan perbuatan itu lagi, sehingga warga memperbolehkan dia pulang ke rumahnya. Namun pernyataan tersebut di mulut saja. Dia masih terus melanjutkan hubungan dengan anak tirinya hingga melahirkan empat anak. Kini keluarga itu dikucilkan warga setempat tapi Suwarsono tidak peduli. "Kalau kami tidak saling suka, tidak bakal punya empat anak," katanya. Kini setelah ditahan polisi, dia menjadi bingung namun tidak menyesal telah berhubungan intim dengan anak tirinya. "Siapa yang harus memberikan makan tujuh anak saya itu. Saya selama ini yang mencari nafkah," jelasnya. (in-81s) |