
| Senin, 26 Januari 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Perusahaan Kanada Akan Tangani Pengolahan SampahPURBALINGGA - Kendati sampah belum menjadi persoalan serius di Purbalingga, sebuah perusahaan dari Kanada berniat akan mendirikan sebuah pabrik sampah di kota itu dengan investasi Rp 150 miliar - Rp 170 miliar. Perusahaan tersebut adalah International Bio Recovery Corporation (IBRC) yang akan bekerja sama dengan PT Galuh Bio Kenchana (GBK), bakal segera mendirikan pabrik pengolah sampah organik. Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko MSi menyatakan siap menyediakan lahan pabrik pupuk organik tersebut. "Program investasi ini kami sambut dengan baik. Apalagi menyangkut permasalahan sampah, yang sudah saatnya ditangani dengan baik untuk mendatangkan devisa." Dia mengemukakan, sekarang ini sudah saatnya memikirkan bagaimana bisa menekan tingkat pencemaran dan bagaimana menangani sampah serta limbah yang setiap hari terus bertambah agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu tidak ada salahnya, sampah organik yang berlimpah dikelola dan diolah sebaik mungkin untuk mendatangkan devisa. Masalah tanah untuk lokasi pabrik seluas lima hektare, Pemkab sanggup menyediakan. Tenaga kerja pemilah sampah yang akan dipekerjakan di sekitar pabrik juga tersedia relatif banyak. "Jika sampah Purbalingga tidak mencukupi, bisa didatangkan dari kabupaten tetangga melalui badan yang dinamai Barlingmascakep," ungkap dia. Barlingmascakeb adalah kerja sama regional lima kabupaten, yakni Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen. Salah satu programnya adalah mengemas potensi lima daerah kabupaten menjadi satu lembaga kerja sama regional dalam rangka menghadapi era global dan pasar dunia. Presiden Direktur PT GBK Djeimy Kusnaman MSc Agr menjelaskan, pabrik yang akan dibangun semuanya dengan biaya investor Kanada. Semua sampah yang ada di tempat pembuangan akhir (TPA) akan dikumpulkan dan dikirim ke pabrik untuk diolah menjadi pupuk organik. Setelah pabrik dibangun, orang-orang yang semula bekerja di TPA sebagai pemungut sampah nantinya akan dipekerjakan dan dibuatkan perumahan di sekitar pabrik. "Sampah organik akan diolah menjadi dua macam pupuk, yaitu padat dan konsentrat atau cair. Semua produk pupuk akan diekspor untuk memenuhi permintaan perusahaan Kanada (IBRC) sendiri," ungkap Djeimy. Kebutuhan sampah yang diperlukan setiap harinya 500 ton yang akan menghasilkan 40 ton pupuk padat dan cair per hari. Sampah organik tersebut dibuat bubur setelah melalui proses penghancuran dengan obat penghancur sampah tiga kali 24 jam dalam suhu 95 derajat.(F10-42j) |