logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 26 Januari 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Rekor Muri Jangan Diberikan Sembarangan

PENGANUGERAHAN sebagai rekor sarung ATBM terpanjang oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) di Pemalang, Sabtu (24/1) lalu, membanggakan daerah. Apalagi itu kali pertama di Pemalang. namun masih ada yang meragukan.

Salah seorang yang meragukan rekor itu adalah perajin tenun ATBM cukup dikenal di Desa Wanarejan, M Sukron. Dia menyatakan bisa mengungguli rekor itu dengan membuat sarung lebih panjang dan unik.

Sarung yang dicatat sebagai rekor itu memiliki panjang 187 m. Namun dia menyatakan bisa membuat sarung lebih panjang, yakni 500 m. Dia akan membuktikan hal itu dalam waktu dekat ini.

Dia tak akan memecahkan rekor itu secara sembarangan. Dia tidak akan membuat sarung asal panjang, tetapi memiliki juga bobot keunikan dan keanehan. Sebab, jika sekadar sekadar panjang semua orang bisa membuat.

Orang tinggal membeli sarung beberapa kodi di pasar dan menyambung sebagai sarung panjang sesuai keinginan. Bila itu dicatat sebagai rekor oleh Muri, perlu dipertanyakan nilai keunikan dan keanehannya. Karena itulah, kata dia, hendaknya Muri tidak sembarangan mengukuhkan sebuah rekor.

Nilai keunikan sarung terpanjang, kata dia, adalah pada proses pembuatan. Yakni, ditenun tak putus-putus. Bila ada benang putus atau habis harus disambung lagi. Begitu seterusnya, sehingga menjadi kain sarung panjang tanpa sambungan.

''Saya bisa membuat sarung seperti itu. Bahkan lebih panjang, sampai 500 m tanpa sambungan sedikit pun,'' kata dia, kemarin.

Menciptakan sarung panjang, apalagi ratusan meter, tak mudah. Kesulitan ada pada penenunan. Karena mesin yang dipakai alat tenun bukan mesin (ATBM), maka membutuhkan ketelatenan perajin.

Misalnya, untuk menggulung kain yang sudah ditenun karena kapasitas gulungan terbatas. Maksimal 10 pis. Lebih dari itu tak dapat lagi digulung.

Bagaimana caranya? Sukron menyatakan sudah punya teknik tersendiri untuk menyiasati hal itu. Soal pewarnaan dan motif, kata dia, tak masalah.

Sarung 500 m membutuhkan 22 pak benang seberat 110 kg. Pembuatannya menyerap 19 orang tenaga kerja. Mereka meliputi tenaga penenun, ikat benang, celup warna, plangkan, dan desain.

Jika kelak itu terwujud, rekor sarung terpanjang versi Muri pun terpecahkan. Sebagaimana diberitakan (Suara Merdeka, 25/1), sarung terpanjang yang diakui Muri dibuat dr Pantjer atas prakarsa Bupati Pemalang, HM Machroes SH. (Saiful Bachri-80g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA