logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 24 Januari 2004 Tajuk Rencana  
Line

Isu-isu Penyakit yang Menyita Perhatian

- Kabar berjangkitnya beberapa penyakit belakangan ini sangat menyita perhatian. Di tingkat regional, nasional maupun global, khususnya Asia. Ada penyakit endemis yang berkaitan dengan musim, yang berjangkit pada musim hujan seperti sekarang. Ada yang kambuhan dan ada yang merupakan ledakan baru. Penyakit endemis yang belakangan ini muncul kembali adalah demam berdarah (DB). Daerah Kudus tampaknya paling menderita. Rumah-rumah sakit tak mampu menampung pasien akibat jumlah yang besar. Penyakit itu berjangkit sejak lewat Lebaran lalu dan terus berlangsung hingga sekarang. Sejumlah korban sudah jatuh. Beberapa daerah lain yang kejangkitan di antaranya Jepara, Pati, Rembang, Slawi, Tegal, dan Pekalongan.

-- Penyakit yang tergolong baru adalah chikungunya, atau flu tulang. Penyakit itu mula-mula kita dengar berjangkit di beberapa negara tetangga, misalnya Singapura, Hong Kong dan beberapa negara Asia yang lain. Di Tanah Air, penyakit yang diakibatkan virus itu tahun lalu pernah dideteksi terdapat di Solo. Belakangan ini diketahui berjangkit di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Kalau DB di Kudus, Jepara dan lain-lain sudah merenggut korban jiwa anak-anak, chikungunya belum terdengar menimbulkan korban jiwa. Kedua penyakit itu bisa berbahaya jika sampai mewabah akibat penanggulangan tidak dilakukan secara dini dan tepat.

-- Di tingkat Asia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang mengikuti dengan prihatin kejangkitan dua jenis penyakit. Yang pertama penyakit sindrom radang tenggorokan akut (SARS) yang belakangan ini menunjukkan gejala berjangkit kembali di Cina. Negara ini ditandai sebagai pangkal ledakan penyakit berbahaya itu, tahun lalu. Penyakit itu dengan cepat menyebar ke beberapa negara Asia, kemudian dideteksi pula sampai ke beberapa negara Eropa, Kanada dan AS. Penyakit itu merenggut korban selain di Cina sendiri, juga di Hong Kong, Singapura dan beberapa negara lain. Kita beruntung penyakit yang menyebar dengan cepat itu dapat ditangkal, sehingga tak masuk ke sini.

-- Selain SARS, sebuah penyakit yang belakangan ini menimbulkan keprihatinan luas adalah flu burung yang sudah menjangkiti beberapa negara Asia. Penyakit disebabkan virus itu bersumber dari peternakan unggas dan telah merenggut korban antara lain di Vietnam dan Cina. Penyakit ini dideteksi juga berjangkit di Korsel, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Thailand. Thailand sangat prihatin karena gejala penyakit itu menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar. Jepang, pengimpor daging ayam terbesar dari negeri Gajah Putih itu, menyetop pembelian. Kenyataan PM Thailand Thaksin Sinawatra sampai ikut kampanye makan daging ayam untuk menunjukkan daging itu tetap sehat, menunjukkan betapa serius dampak ekonomis ataupun sosial panyakit itu di sana.

-- Yang dikhawatirkan WHO terutama jika sampai virus flu burung bermetamorfosa dalam tubuh manusia dan bisa menular ke sesama manusia. Hingga sekarang penyakit itu diketahui bersumber pada unggas dan menular ke tubuh manusia yang bekerja di peternakan. Jika sampai bisa menular dari manusia ke manusia, penyakit itu akan menjadi ancaman kesehatan baru bagi umat manusia. Berbagai penyakit flu yang sudah ada saja bisa mewabah dengan cepat antarnegara dan telah menyebabkan jatuh banyak korban. Harus dicatat pula, serangan penyakit-penyakit ke beberapa negara Asia itu terjadi sesudah dunia digegerkan oleh penyakit sapi gila yang bersumber di AS dan Kanada.

-- Terhadap DB, kepada masyarakat sudah sering dikampanyekan cara penanggulangannya. Antara lain dengan memberantas sumber-sumber jentik nyamuk aedes aegypti, penyebar virus. Masyarakat seharusnya meningkatkan kewaspadaan secara mandiri tiap kali datang musim berjangkit. Thailand, sumber virus DB di Asia, juga sedang sibuk menanggulangi kemerebakan penyakit tersebut. Terhadap penyakit sapi gila pemerintah kita dinilai lamban melakukan antisipasi. Namun, kita bersyukur gejala penyakit itu tidak muncul di sini. Terhadap flu burung, jajaran yang bertanggung jawab harus menangkal lebih cermat dan dini. Di sini peternakan unggas rakyat sangat besar. Jika sampai virusnya masuk akan sulit menanggulangi dan bisa menimbulkan kerugian luar biasa besar.


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA