logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 24 Januari 2004 Sala  
Line

Lagi, Pedagang Pasar Demo ke Bupati

  • Minta Angsuran Kios Ditangguhkan

WONOGIRI-Kabupaten Wonogiri, Jumat (23/1) kemarin, digoyang dua aksi demo. Pertama, demo dilancarkan komunitas pedagang pasar yang menggeruduk ke Kantor Bupati guna menuntut penundaan pembayaran angsuran. Demo tersebut merupakan kesekian kali yang mereka lakukan.

Kedua, aksi demo mahasiswa yang menyoroti politikus busuk dan birokrat korup. Aksi demo mahasiswa dilakukan 30 aktivis, yang puncaknya saling orasi di bundaran Tugu Parasamya. Gerakan demo mahasiswa itu mengusung aneka poster dan spanduk yang menghujat politikus busuk serta birokrat KKN.

Demo pedagang dipimpin Mukhlas. Mereka mengajukan tuntutan agar pembayaran angsuran kios dan los di pasar baru yang pernah disampaikan ke DPRD dan Bupati, dapat ditangguhkan terlebih dahulu. Mengingat suasana pasar baru sepi pembeli. Para pedagang juga menuntut jangan ada tekanan-tekanan dan pengenaan sanksi denda terhadap pedagang yang tidak tepat waktu dalam mengangsur.

Mukhlas menyatakan, berdasarkan perhitungan pendapatan dari hasil penjualan lelang kios, retribusi pedagang, retribusi mandi cuci kakus (MCK) dan parkir, berjumlah sangat berlebih apabila untuk pembebasan angsuran para pedagang. Dia juga menuntut adanya transparansi penggunaan anggaran dan mendesak segera dilakukan penelitian akuntabilitas pembiayaan pembangunan pasar baru.

Tidak Malu

Bupati H Begug Poernomosidi SH yang menerima kedatangan para pedagang pasar menuturkan, sebagai Bupati dan bapaknya rakyat Wonogiri, pihaknya sudah tidak kurang-kurang untuk memperjuangkan nasib para pedagang pasar sejak terjadi musibah kebakaran pasar.

''Bahkan saya tidak malu ngemis-ngemis (meminta-minta) bantuan ke Gubernur dan ke pemerintah pusat, mengingat keterbatasan APBD Wonogiri yang memang tidak mampu. Itu semua demi panjenengan (kamu-Red) semua. Bahkan subsidinya pun saya tetapkan 60%. Saya mikir panjenengan ini kurang apa lagi coba?'' kata Bupati dengan nada tinggi.

Dia menyebutkan, uang itu adalah uang rakyat. ''Kalau kemudian masih menuntut untuk digratiskan, lha terus sing dienggo mbangun liyane pasar iku nganggo duite sapa (lha terus untuk membangun lainnya pasar itu uangnya siapa-Red)? Yang diurus itu tidak hanya bakul pasar, tapi rakyat lain pun juga minta dibangunkan ini dan itu,'' katanya.

Soal pasar, Bupati minta jangan kemudian dipolitisasi. ''Jangan kemudian menggunakan rakyat pedagang untuk tameng,'' tandasnya. Orang pertama di Wonogiri tersebut menyatakan, siapa yang menjadi aktor dan dalang provokator di belakang gerakan demo bakul itu, diminta maju untuk berhadapan langsung dengan Bupati. Para bakul diminta tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang punya tujuan politis. ''Para bakul jangan mau dipolitisasi. Kalau minta subsidi 100%, lha rakyat lain akan diberi apa?'' tegasnya.(P27-14s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA