
| Sabtu, 24 Januari 2004 | Olahraga |
Simon Dihentikan BoonsakJAKARTA - Petualangan pemain muda Indonesia Simon Santoso berakhir di tangan andalan tuan rumah Boonsak Polsana pada babak perempat final turnamen bulutangkis Thailand Terbuka di Bangkok, Jumat. Menurut situs resmi panitia kejuaraan berhadiah total 50.000 dolar AS itu, Simon menyerah 7-15, 9-15. Pelatih tunggal putra Asep Suharno yang dihubungi melalui telpon internasional mengatakan, kekalahan Simon disebabkan oleh stamina yang sudah terkuras setelah dipaksa bermain ketat sehari sebelumnya saat menyingkirkan unggulan kedua Roslin Hashim dari Malaysia. "Saya melihat Simon tidak bisa recovery dengan cepat setelah bermain tiga set ketika mengalahkan Roslin. Langkah-langkah Simon tampak berat," kata Asep. Dengan tumbangnya Simon, maka habis pula wakil Indonesia di tunggal putra. Namun kontingen Indonesia masih punya harapan untuk bertahan lebih jauh melalui ganda putra dan ganda campuran, yaitu melalui Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto, serta Anggun Nugroho/Enny Widiowati yang lolos ke semifinal. Luluk/Alven yang unggulan ketiga, sempat kehilangan set pertama sebelum mengalahkan Tadashi Ohtsuka/Keita Matsuda, unggulan keenam asal Jepang 8-15, 15-4, 15-1. Pada semifinal, Luluk/Alven akan ditantang pasangan Taiwan Huang Shih Chung/Chen Yu Hsun yang pada pertandingan lainnya menghentikan pasangan Hong Kong Liu Kwok Wa/Albertus Susanto 15-11, 15-3. Sementara ganda campuran Anggun/Enny yang unggulan keempat melangkah ke semifinal setelah menyingkirkan pasangan Taiwan Tsai Chia Hsing/Cheng Wen Hsing 15-13, 15-6. Pada semifinal, Anggun/Enny akan berhadapan dengan unggulan teratas Nathan Robertson/Gail Emms dari Inggris yang menyingkirkan unggulan keenam Tadashi Othsuka/Shizuka Yamamoto (Jepang) 15-3, 15-13. Mengenai permainan Luluk/Alven, pelatih ganda putra Sigit Pamungkas mengatakan, pasangan Indonesia tersebut sempat terbawa permainan lawan sehingga menyerah pada set pertama. "Luluk/Alven bermain terburu-buru dan seperti ingin cepat-cepat mengakhiri pertandingan, sehingga malah terbawa permainan lawan dan menyerah," kata Sigit.(ant-57) |