logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 24 Januari 2004 Olahraga  
Line

Riono Asnan: Kami Kelelahan

SEMARANG-Persela Lamongan, calon lawan PSIS pada pertandingan di Stadion Jatidiri Semarang Minggu sore besok, memuji kemampuan anak-anak asuhan pelatih Cornelis Soetadi yang berhasil menahan seri Persebaya, karena Persebaya merupakan tim yang bagus.

''Saya tidak melihat PSIS main di kandang. Bisa menahan Persebaya merupakan prestasi yang bagus, karena Persebaya kami anggap tim yang kuat,'' ujar pelatih Persela Riono Asnan di penginapannya, Hotel Santika Jl A Yani, petang kemarin.

Diakuinya, timnya sedang dilanda kelelahan, karena terus-menerus main di luar kandang. Mereka kalah 1-3 dari PKT, menang 1-0 atas Deltras, lalu kalah 1 - 4 dari PSS Sleman. Kini, mereka harus melanjutkan lawatan ke Semarang.

''Waktunya pandek-pendek lagi. Misalnya Minggu main, Rabu-nya sudah harus main lagi. Tidak ada kesempatan untuk mengembalikan recovery. Kekalahan dari PSS hanya karena faktor kelelahan,'' tandasnya.

Friday Absen

Saat berhadapan dengan PSIS, Persela tidak diperkuat oleh tiga dari lima pemain asing yang dimilikinya. Mereka adalah Claudio Loncon, Jorge Rodriguez, dan mantan pemain PSIS, Gbeneme Friday.

Gbenemey Friday dan Jorge Rodriguez tidak bisa ditampilkan, karena terkena akumulasi dua kartu kuning. Sedangkan Caludio Loncon tidak bisa bertanding, akibat cedera.

Dari latihan di Stadion Citarum, kemarin, terlihat Riono sudah menyiapkan penggantinya.

''Sebagai pelatih, kami harus selalu optimistis, harus bisa merebut poin. Tiga angka yang kami raih, sudah kami anggap hasil yang bagus, karena Persela tim yang baru muncul di Divisi Utama,'' tambahnya.

Mantan pelatih BPD Jateng ini berharap, dalam main tandang ini bisa menghasilkan yang terbaik ''Siapa tahu tim kami bisa menang, menghadapi tim yang kami anggap bagus.''

Disebutnya, kekalahan dari PKT tidak perlu terjadi, karena gol lawan tidak ''murni''. ''Hanya satu gol yang kami akui, lainnya lebih ditentukan oleh wasit.''

Karena itu, ketika berhadapan dengan PSIS, pelatih yang pernah menangani kesebelasan PON Jateng ini meminta wasit bertindak netral. Dia tidak ingin saat main di Semarang timnya dirugikan wasit, lalu giliran diuntungkan saat tampil di Lamongan.

''Jadi akan runyam, karena semuanya lebih ditentukan oleh sang pengadil di lapangan. Harga diri seorang pelatih ditempatkan di mana, kalau semuanya ditentukan oleh wasit,'' tegasnya. (C16-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA