
| Sabtu, 24 Januari 2004 | Olahraga |
Gelegar Mega Catur Masuk Muri
JAKARTA- Gelegar Mega Catur 12.000 yang berlangsung di Gedung Pekan Raya Jakarta Kemayoran Jakarta, Jumat, dapat masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai peristiwa pertandingan catur terbesar di Indonesia. "Ini pertama kali terbesar di Indonesia dan pantas masuk catatan Muri," ujar Manajer Muri Paulus Pangka SH yang ikut menyaksikan pertandingan akbar yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia itu. "Kami mencatat ada 9.122 pemain yang bertanding, belum ada pertandingan catur sebanyak itu terjadi di Indonesia sebelumnya," ungkapnya. "Dahulu di Surabaya tepatnya 23 November 1989, ada pertandingan catur simultan GM Utut Adianto melawan 1.000 pecatur yang juga menjadi rekor tersendiri yang dicatat Muri," paparnya. "Walaupun berbeda, pertandingannya juga sama-sama menyita banyak orang," ujar Paulus. Ketua Panitia Penyelenggara Santi Diansari Sarino di tempat terpisah mengemukakan, penyelenggaraan catur akbar tersebut tadinya juga dimaksud untuk memecahkan rekor dunia (Guinness Book World of Record) yang dipegang Kuba setelah menyelenggarakan pertandingan catur yang diikuti 11.320 orang atau 5.660 partai di Jose Marti Revolution Square, Havana, 7 Desember 2002. Dibuka Presiden "Catatan kami, semula sebelum pertandingan catur yang dibuka Presiden Megawati ini memang sudah melebihi jumlah, yakni 12.000 pecatur lebih," ujar Santi. "Namun kami belum berani sesumbar, karena menurut prosedur harus menunggu Tim Indepeden yang menilai dan melaporkannya ke Guinness World of Record (GWR)," lanjutnya. "Tim indepeden ini terdiri atas unsur pemerintah, pariwisata, dari Percasi dan berbagai unsur terkait yang dinilai valid untuk mendukung peristiwa itu dinyatakan sebagai p emecah rekor dunia yang dipegang Kuba tadi," ujarnya optimistis. Namun Muri bersikeras, pertandingan catur besar ini belum memecahkan rekor dunia karena jumlahnya baru 9.122 orang, masih kurang 2.910 orang dari catatan sementara yang dilaporkan panitia penyelenggara. Ruangan Hall A dan Hall B tempat pertandingan catur di kompleks Pekan Raya Jakarta itu sebenarnya diyakini mampu menampung hingga 14.000 pecatur. Namun, menurut Muri, banyak bangku kosong yang tak diduduki pemain ketika mereka melakukan perhitungan. Penyelenggara beralasan, bangku kosong itu karena sebagian pecatur sudah bertanding atau ada yang terlambat karena ruang pertandingan terbagi berdasarkan nomor pendaftaran. "Saya kira kami menunggu hasil pencatatan kordinator lapangan (korlap) dan para wasit yang mengawasi pertandingan yang jumlahnya 250 orang," paparnya. Kami tak ingin mengada-ada soal jumlah ini. Ada petugasnya yang mencatat dengan teliti," tandas Santi.(ant,wgm-57j) |