
| Sabtu, 24 Januari 2004 | Olahraga |
Lemerre Dihantui Partai PerdanaTUNIS - Partai perdana bagaikan hantu menakutkan bagi Roger Lemerre, pelatih asal Prancis yang kini menukangi Tunisia. Tuan rumah Tunisia akan mengawali pertandingan Piala Afrika 2004 melawan debutan Rwanda di Rades, Minggu dini hari WIB nanti. Lemerre punya pengalaman buruk menghadapi pertandingan pertama bersama Prancis di Piala Dunia 2002. Ketika itu timnya dipecundangi Senegal 0-1, dan akhirnya tersisih pada babak pertama. Parahnya lagi, pasukan Lemerre tak mampu mencetak satu gol pun. Rwanda juga tim kuda hitam seperti Senegal. Mampukah Lemerre menghindari kekalahan pada partai perdana di Grup A itu? ''Ini situasi yang sama. Pertandingan pertama akan sulit,'' tegas Lemerre. Namun dia menambahkan, Senegal berbeda dari Rwanda. Senegal diperkuat para pemain yang merumput di Prancis, sehingga mereka tahu betul kekuatan tim Ayam Jantan. Dia mengaku hanya tahu sedikit soal Rwanda. ''Kami punya keuntungan sebagai tuan rumah, tetapi dalam olahraga apa pun bisa terjadi,'' tutur pelatih yang dikenal pelit komentar ini. Kebetulan, Tunisia punya pengalaman buruk ketika menjadi tuan rumah pada 1994. Kala itu mereka dikalahkan Mali 0-2, dan kemudian masuk kotak. Makin Berpengalaman Lemerre menjelaskan, timnya makin berpengalaman. Pengalaman itu didapat dari serangkaian pertandingan uji coba dengan tim-tim kuat. ''Tim kami lebih siap, karena kami konsisten dalam melakukan seleksi pemain. Kami mengutamakan keutuhan dan semangat bermain, serta menjaga kekuatan mental,'' kata Lemerre lagi. Bagaimanapun, Rwanda tak boleh dipandang sebelah mata. Pada babak kualifikasi, mereka menyingkirkan juara empat kali Ghana. Untuk meningkatkan kemampuan timnya, pelatih Rwanda Ratomir Dujkovic menggelar pemusatan latihan selama satu bulan di Marseille. Namun dalam uji coba menjelang berangkat ke Tunisia, pasukan Dujkovic dipukul Mesir 1-5. Partai pertama antara Tunisia dan Rwanda langsung diminati penonton. Tak heran kalau 60.000 karcis terjual habis. (rtr,A7-59) |