
| Sabtu, 24 Januari 2004 | Olahraga |
Boleh Menambah Pemain, Ricardo DirekrutSEMARANG- Sore kemarin, ada tiga pemain asing yang melamar ke PSIS. Mereka adalah Abubakar Camara dari Guinea, serta dua orang asal Cile, Ariel Guterez dan Ricardo Bonavides. Akan tetapi setelah ketiganya dicoba, manajemen tim tertarik pada penampilan Ricardo. ''Harapan kami, saat berhadapan dengan PKT pada 28 Januari mendatang, Ricardo sudah bisa turun. Apalagi dia sudah pernah memperkuat Perseden Denpasar, sehingga lebih gampang mengurus International Transfer Certificate (ITC), karena hanya perlu waktu dua hari,'' tutur manajer tim Yoyok Sukawi di Stadion Jatidiri, petang kemarin. Bila melihat aturan yang berlaku, maka saat ini tidak boleh ada perekrutan pemain baru. Akan tetapi, PSIS mendapat hak istimewa dari PSSI. Pasalnya, empat pemain mudanya, yaitu Eko Prasetyo Ariyanto, Denny Rumba, Achmad Yaini, dan Yusuf Sutan Mudo ditarik ke Timnas U-20. ''Setelah empat pemain kami diminta, kami diberi kebebasan oleh PSSI, boleh menambah pemain baru setiap saat. Pilihan itu berdasarkan usulan pelatih, sehingga sekarang kami sudah memiliki lima pemain asing,'' ungkapnya. Mengenai harga, Yoyok masih belum tawar-menawar. Sekalipun demikian, diharapkan mulai besok Ricardo sudah bisa mengurus ITC-nya ke Singapura, agar Senin lusa dapat ikut berangkat ke Bontang. ''Ricardo hanya kami kontrak setengah musim. Karena saya takut, setelah dikontrak penampilannya tidak bagus. Kalau memang bagus, akan kami perpanjang. Lebih baik nanti harganya lebih mahal, tetapi berguna bagi tim,'' tandasnya. Lawan Persela Rupanya tidak salah jika pilihan jatuh pada Ricardo daripada dua pemain asing lainnya. Pemain jangkung ini bisa berperan sebagai gelandang serang dan bertahan. Dia mempunyai ketenangan di depan gawang. Hal itu terlihat ketika dia mencetak gol ke gawang yang dijaga Basuki. Tendangan voli langsung dilakukan begitu melihat kiper out of position. Si kulit bundar langsung menggetarkan jala gawang. ''Posisi dia kami ubah-rubah, tetapi tetap bisa menjalankan tugasnya. Setelah itu, saya berembuk dengan Bonggo Pribadi (asisten pelatih- Red) dan kapten tim Agung Setyabudi. Ternyata pilihannya sama dengan saya,'' ungkap Soetadi, seusai latihan. Saat berhadapan dengan Persela, Soetadi akan menurunkan formasi seperti ketika barhadapan dengan Persebaya yang dinilai sebagai penampilan terbaik tim selama lima kali tampil. Diharapkan, saat berhadapan dengan Persela ada peningkatan lagi. Pasalnya, Persebaya yang mempunyai materi pemain bagus bisa dipersulit, kendati akhirnya harus puas bermain tanpa gol. ''Dalam hati saya sudah waswas, Persebaya menurunkan empat pemain asing, sisanya terdiri atas bekas pemain-pemain Timnas. Kenyataan di lapangan bisa seperti itu. Saat berhadapan dengan Persela diharapkan lebih meningkat lagi, karena apa yang kami lihat pada setiap pertandingan ada peningkatan.'' Kekalahan telak Persela 1-4 dari PSS disebutnya tidak bisa memberi gambaran kekuatan calon lawan. Justru, bisa jadi anak-anak asuhan Riono Asnan menunjukkan kebangkitannya saat melawan PSIS. Kerana itu, Agung Setyabudi dkk diminta jangan meremehkan Persela.(C16-22j) |