
| Sabtu, 24 Januari 2004 | Berita Utama |
Daker Madinah Lepas Kloter TerakhirMADINAH-Daker Madinah melepas keberangkatan lima Kloter jamaah haji Indonesia ke Makkah, Jumat (23/1). Keberangkatan lima Kloter dengan 2.010 jamaah tersebut menutup rangkaian keberangkatan jamaah haji Indonesia gelombang pertama dari Madinah ke Makkah. Dengan demikian, jumlah keseluruhan jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan Daker Madinah sebanyak 109.577 orang. Mereka tergabung dalam 274 Kloter. Dari pantauan di lapangan, suasana Madinah tampak sepi. Jamaah yang biasanya memenuhi Masjid Nabawi atau sejumlah hotel di wilayah itu kini semakin sedikit jumlahnya. Begitu pula dengan pertokoan dan pedagang kaki lima, tidak lagi mendapat kunjungan jamaah dalam jumlah besar. Sebab, hampir seluruh jamaah dari berbagai negara yang berada di Madinah secara berangsur-angsur menuju Kota Suci Makkah untuk melaksanakan puncak ibadah haji yang dimulai pada 31 Januari mendatang. Suasana yang sama juga terlihat di Kantor Daker Madinah. Biasanya, setiap hari selalu ada jamaah yang mendatangi kantor tersebut, entah karena tersesat jalan atau berobat ke BPHI yang letaknya menyatu dengan gedung Daker. Berbeda dengan jamaah haji biasa yang mengakhiri keberadaannya di Madinah pada hari ini, jamaah haji BPH Khusus terakhir menuju Makkah dari Madinah pada 29 Januari 2004 mendatang. Kepala Daker Madinah Hasbu Marzuki mengatakan, jumlah jamaah khusus yang berada di Madinah saat ini 8.000 orang. Mereka berasal dari 57 PT atau BPH Khusus. Dari jumlah itu, beberapa BPH mulai bergerak meninggalkan Madinah pada 26 Januari. Sedangkan, tiga BPH lainnya dijadwalkan menuju Makkah dari Madinah pada 29 Januari atau 7 Dzulhijah 1424 H mendatang. Satura Sementara itu Biro perjalanan haji Satura Lil Hajj Semarang tahun ini memberangkatkan 59 calon haji. ''Sebenarnya 60, tetapi seorang meninggal saat di Jakarta karena sakit,'' kata pemimpin Satura, Hj Lili Widojani, di Hotel Sanabel. Lokasi hotel yang hanya 150 m dari Masjid Nabawi memudahkan jamaah yang dibawa Lili melaksanakan ibadah shalat arbain. Dia mengemukakan semua jamaah sehat. Mereka berangkat dari Jakarta 18 Januari dan langsung ke Madinah. Lili mengemukakan sudah langsung menerima pendaftaran haji plus tahun 2005 dengan biaya 4.600 dolar AS dan 5.600 dolar AS untuk melakukan arbain. Umrah akan dilaksanakan mulai April dengan biaya 1.500 dolar AS. ''Itu untuk biaya PP dari Semarang, bukan dari Jakarta,'' katanya. Dia menyatakan tak mungkin memberikan harga lebih rendah seperti biro-biro lain. ''Saya lebih memilih harga mahal, tetapi jamaah bisa merasakan pelayan yang benar-benar lebih. Sesuai dengan namanya, haji plus,'' kata dia. (bp,mch-78g) |