logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 24 Januari 2004 Berita Utama  
Line

Giliran Syahril Diperiksa

  • Diberondong 29 Pertanyaan

JAKARTA-Setelah I Gede Putu Ary Suta, kemarin giliran mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Syahril Sabirin diperiksa di Mabes Polri. Dia diperiksa tim penyidik tindak pidana korupsi dan White Collar Crime (WCC) Mabes Polri sebagai saksi dalam dugaan penyalahgunaan dana oleh BI dalam Rekening 502. Berdasarkan audit BPK, BI diduga menyelewengkan Rp 17,7 triliun.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung dua jam mulai pukul 09.00-11.00 itu, Syahril didampingi empat orang dari bagian legal BI yang dipimpin Direktur Hukum BI.

Namun, setelah dua jam, pemeriksaan terhadap Syahril dihentikan sementara, dan akan dilanjutkan setelah shalat Jumat.

Sebelum pemeriksaan lanjutan, dia sempat menemui Wakil Direktur III Tindak Pidana Korupsi dan WCC Mabes Polri, Kombes Marsudhi Hanafi. Namun setelah menunaikan shalat Jumat, rencana pemeriksaan lanjutan ditunda hingga Rabu pekan depan, karena yang bersangkutan sakit. ''Pemeriksaan Syahril akan ditunda hingga Rabu depan,'' ungkap Marsudhi Hanafi.

Menurut salah seorang penyidik, saat hendak masuk pintu mobil untuk pergi menunaikan shalat Jumat, kepalanya terbentur cukup keras. Sehingga harus menjalani pemeriksaan kesehatan.

Saat keluar dari pemeriksaan, dia mengenakan kemeja putih, dasi krem, dan celana hitam. Dia tidak banyak berkata-kata.

''Saya diperiksa sebagai saksi,'' katanya saat ditanya mengenai statusnya dalam pemeriksaan kali ini. Sedangkan untuk hal-hal lain, dia mengatakan, agar menanyakan langsung pada penyidik. Syahril keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 11.20 WIB, untuk menunaikan shalat Jumat. Menurut sumber kepolisian, pemeriksaan terhadap Syahril dilakukan delapan penyidik, di antaranya Kombes Freddy Victor Adi, Kombes Charles Marpaung, AKBP Purwadi, Ajun Komisaris Polisi Hesti, dan empat perwira lain.

Sepatu Terinjak

Wawancara dengan Syahril seusai pemeriksaan berlangsung agak heboh. Sebab, lokasinya sempit, sementara jumlah wartawan banyak. Dorong-dorongan pun terjadi dan saling menginjak tak terelakkan. Bahkan, sepatu Syahril pun menjadi korban terinjak. "Waduh sepatu saya rusak," keluh dia.

Syahril kemudian masuk ke dalam mobil Kijang biru plat merah B-2048-PQ meninggalkan Mabes Polri. Akibat wawancara heboh itu, sebuah mobil sedan Timor hitam B-1570-MQ penyok di bagian depan kanan.

Penyidik Mabes Polri juga enggan berkomentar. Sementara menurut informasi, aparat mengajukan 29 pertanyaan dalam pemeriksaan.

Di tempat terpisah, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar menjamin pihaknya akan bekerja secara profesional dalam memeriksa mantan gubernur BI ini.Da'i menegaskan, pihaknya tetap serius melakukan pemeriksaan. Sampai saat ini status Syahril masih sebagai saksi.

''Seseorang setelah diperiksa baru ada statusnya, terutama usai mendengar berbagai keterangan saksi. Jadi jangan seolah-olah polisi nggak serius. Yang jelas kami tetap serius,'' katanya.

Bagaimanapun, pihaknya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Kapolri juga mengaku paham adanya kesangsian berbagai pihak terhadap profesionalitas Polri dalam memeriksa Syahril Sabirin.

Sementara Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Erwin Mappaseng menyatakan tidak masalah penetapan saksi atau tersangka terhadap Syahril dalam pemeriksaan.

Yang penting adalah penetapan status ketika berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan oleh jaksa dinyatakan lengkap. (bu,dtc-64t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA