logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 24 Januari 2004 Ekonomi  
Line

50.000 Telkomflexi Dipasarkan di Jateng/DIY

SEMARANG-PT Telkom Divre IV Jateng/DIY kemarin mulai memasarkan Telkomflexi di tiga kota, yakni Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Pada tahap pertama terjual 50.000 nomor Telkomflexi Classy (pascabayar) dan Telkomflexi Trendy (prabayar).

"Untuk sementara baru ada di tiga kota tersebut. Namun triwulan I tahun ini kami berharap Pekalongan dan Purwokerto sudah bisa ter-cover. Kami menargetkan sampai akhir tahun ini terjual 150.000 nomor," ujar Kristiono, Direktur Utama PT Telkom Tbk, didampingi General Manager Kerja Sama Operasional (KSO) IV Jateng/DIY Didi Warga Prawira, di kantor Jalan Pahlawan, kemarin.

Kristiono mengemukakan investasi telepon berteknologi code divison multiple acces (CDMA) itu lebih murah. Untuk satu satuan sambungan telepon (SST) hanya sekitar 300 dolar AS, sedangkan jaringan kabel 1.000 dolar AS/SST.

"Namun dari segi teknologi Telkomflexi lebih maju beberapa langkah," kata dia.

Didi Warga Prawira menambahkan, tarif Telkomflexi dengan jaringan tanpa kabel sama dengan telepon rumah atau fix line, tetapi bisa berfungsi sebagaimana telepon seluler. Telepon itu hanya bisa digunakan di satu wilayah kota, misalnya Semarang.

"Telepon ke luar ke mana pun bisa digunakan, tetapi Telkomflexi belum memungkinkan dibawa keluar kota karena regulasinya memang sebatas itu," tutur dia.

Dia yakin produk terbaru Telkom yang sudah dipasarkan di sejumlah kota besar Indonesia sejak tahun lalu itu akan direspons masyarakat. Apalagi permintaan jaringan telepon baru di Jateng/DIY sangat tinggi.

"Itu merupakan salah satu solusi bagi masyarakat yang kesulitan mendapat sambungan telepon rumah," ujar dia.

Dengan teknologi CDMA, kata dia, Telkomflexi memiliki kapasitas lebih tinggi sehingga mampu mengatasi panggilan jauh lebih banyak. Selain itu, punya kecepatan akses data tinggi serta radiasi rendah sehingga tak berbahaya bagi kesehatan.

"Kualitas suaranya lebih jernih daripada telepon biasa serta dapat mengintegrasikan suara, data, dan video," katanya.

Ada beberapa fitur yang tersedia. Yakni, call forwarding untuk mengalihkan panggilan ke nomor telepon lain, valling line identification yang memungkinkan pelanggan mengenali pemanggil melalui layar pesawat, dan voice mailbox sebagai media penyimpanan pesan suara.

Didi menuturkan Telkom tidak menyediakan terminal (pesawat) dan pelanggan diberi dua pilihan. Pertama, prabayar (Flexi Trendy) harga paket perdana Rp 80.000 sudah terisi pulsa Rp 50.000. Voucher isi ulang senilai Rp 50.000, Rp 100.000, dan Rp 150.000.

Kedua, pelanggan Flexi Classy (pascabayar) dikenai tarif aktivasi Rp 25.000, tarif abonemen bulanan Rp 30.000/SST, dan biaya pemakaian Rp 195/pulsa.

Untuk mendukung pelayanan di Semarang ada 11 base transceiver station (BTS), Solo 10 BTS, dan Yogyakarta 12 BTS. Ke depan BTS terus ditambah, sehingga berjangkauan lebih luas.

Untuk memperkenalkan produk itu, Telkom mengadakan pameran di Javal Supermall (Semarang), Hotel Melia Purosani (Yogyakarta), dan Hotel Novotel (Solo) hingga 31 Januari.

Target 1,2 Juta

Sementara itu saat meresmikan peluncuran Telkomflexi di Hotel Novotel, Solo, Garuda Sugardo, Direktur Bisnis dan Jasa PT Telkom, menyatakan menargetkan pelanggan Telkomflexi secara nasional 1,2 juta tahun ini.

Mundar, Vice President Komunikasi Perusahaan PT Telkom, menyatakan sejak peluncuran tahun lalu Telkomfexi sudah terjual 450.000 nomor dari target 380.000 nomor di 20 kota Indonesia.

"Kami telah membangun 400 BTS untuk memberikan pelayanan berkualitas ke pelanggan. Sebelum Jateng dan DIY, Telkomflexi dipasarkan di DKI Jaya, Jabar, Jaim, Kalimantan, serta Sumatera termasuk Aceh," kata dia.

Pada prinsipnya, ujar dia, Telkomflexi sama dengan telepon rumah. Namun produk terbaru Telkom itu bisa digunakan di luar rumah sebagaimana telepon seluler.

"Hanya, meski bisa digunakan secara mobil tetapi terbatas untuk satu wilayah kota. Misalnya di Solo hanya bisa digunakan di wilayah itu dan daerah yang menggunakan kode area sama," kata dia.

Tarifnya sama dengan telepon rumah, baik lokal, SLJJ, SLI, maupun berkomunikasi dengan telepon seluler yang menggunakan operator lain. Dalam jangka panjang Telkomflexi berkemungkinan digunakan di luar kota.(G2,sri-53g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA