
| Sabtu, 24 Januari 2004 | Ekonomi |
Kepercayaan Pelaku Usaha NaikJAKARTA-Banyak pakar dan ekonom pesimistis tahun ini investasi usaha akan meningkat. Hasil pemilu yang belum pasti dan potensi kerawanan pada kondisi keamanan yang kemungkinan timbul menjadi alasan mengerem kegiatan pelaku usaha. Namun ramalan itu tidak sepenuhnya diyakini oleh para pelaku bisnis. Terbukti, survei yang dilakukan Danareksa Research Institute untuk mengetahui tingkat kepercayaan pelaku bisnis Oktober-November 2003 menunjukkan kepercayaan mereka makin kuat. Itu terlihat pada Indeks Sentimen Bisnis (ISB) yang naik 1,8% dari 111,6 menjadi 112,7. Pemulihan kepercayaan pebisnis terhadap perekonomian Indonesia yang terpuruk akibat kasus bom di Bali 12 Oktober 2002 memerlukan waktu satu tahun. Hasil analisis yang dikeluarkan di Jakarta, kemarin, menunjukkan setelah bom Bali ISB menunjukkan kecenderungan menurun sejak Oktober-November 2002 dan terus melemah hingga survei pada Maret 2003. ISB mulai menunjukkan kecenderungan naik sejak Juni 2003 sejalan dengan penguatan momentum pertumbuhan ekonomi. Pemulihan ISB dan kinerja fundamental perusahaan pada paro kedua 2003 tampak sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terus menguat hingga Oktober-November. Hasil survei itu menjelaskan semua indikator membaik, khususnya kinerja keuangan perusahaan berupa profitabilitas, produktivitas, dan likuiditas. Perbaikan fundamental perusahaan yang sejalan dengan perbaikan makro ekonomi tersebut tercermin pada indeks kepercayaan pebisnis terhadap ekonomi yang naik 4,6% menjadi 67,1. Angka itu tertinggi dalam sejarah survei. Meskipun kepercayaan terhadap ekonomi mencapai rekor tertinggi tetapi para Chief Executive Officers (CEO) belum terlalu yakin laba akan terus membaik dalam enam bulan mendatang. Indeks yang mengukur kepercayaan CEO terhadap prospek laba dan likuiditas turun di tengah kekhawatiran pada penurunan pertumbuhan penjualan enam bulan mendatang. Kekhawatiran tersebut kelihatan bukan berasal dari proses pemulihan ekonomi yang sekarang berlangsung, sebab para CEO masih yakin pasar masih akan tumbuh. Selain itu, mereka melihat kemungkinan penurunan kinerja perekonomian dan perusahaannya kecil, mengingat tidak ada satu pun indeks yang mengisyaratkan hal tersebut. Pebisnis belum yakin lingkungan bisnis dalam enam bulan mendatang akan sekondusif periode saat survei dilakukan, karena bangsa ini akan menghadapi pemilu. (wa-53) |