logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 24 Januari 2004 Ekonomi  
Line

Telkom Kembali Kendalikan Divre IV

SEMARANG-PT Telkom Tbk kembali menguasai secara penuh PT Telkom Divisi Regional (Divre) IV Jateng/DIY. Itu terjadi setelah ada kesepakatan dengan PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI) sebagai pengelola kerja sama operasional (KSO) sebelumnya.

Kesepakatan dengan pemegang saham baru MGTI dicapai setelah mengubah perjanjian KSO yang ditandatangani pada tahun 1995.

Direktur Utama Telkom, Kristiono, menyatakan dengan kesepakatan itu bisa membangun beberapa bidang telekomunikasi di Jateng dan DIY.

"Sudah tiga-empat tahun pembangunan fasilitas di kedua provinsi itu terhenti dan menyebabkan pelayanan ke masyarakat terganggu. Setelah pengambilalihan akan ada pembangunan infrastruktur telekomunikasi lagi," kata dia di Kantor Telkom Divre IV Jalan Pahlawan, Semarang, kemarin.

Dia menyatakan berdasar perjanjian KSO sebelumnya MGTI bertanggung jawab atas pembangunan dan pembiayaan serta pengelolaan sistem telekomunikasi Divre IV.

Namun sesuai dengan perjanjian KSO yang telah diamandemen, Telkom bertanggung jawab atas pengelolaan manajemen, pengawasan, dan pengendalian Divre IV selama sisa periode KSO yang akan berakhir pada 31 Desember 2010. "Hingga periode KSO berakhir Telkom berhak secara penuh atas kebijakan dan pendanaan untuk membangun fasilitas telekomunikasi baru di Divre IV," ujar dia.

Dia mengemukakan dalam pengalihan kendali Divre IV, Telkom juga akan membayar ke MGTI 5,4 juta dolar AS/bulan pada tahun 2004 hingga 6,8 juta dolar AS/bulan pada tahun 2010. Dana untuk membayar diambil dari pendapatan yang diperoleh dari kegiatan operasional Divre IV.

"Telkom berhak atas sisa pendapatan KSO di Divre IV setelah pembayaran tetap bulanan dan memperhitungkan biaya operasional lain," tutur dia.

Terima Hak

Mengenai keberadaan PT Alberta Telecommunications yang sebelumnya akan membeli ulang PT MGTI, dia menyatakan perusahaan itu adalah pemegang saham MGTI yang baru dan tidak berfungsi sebagai operator, tetapi hanya investor pasif.

"PT Alberta tidak membangun jaringan, melayani, dan hal-hal yang menyangkut operasional lain. Mereka hanya akan menerima hak yang disepakati sesuai dengan kontrak," ujar dia.

Dalam transaksi tersebut, kata dia, tidak ada pembayaran di muka yang harus dilakukan Telkom. Jadi dana yang ada dapat digunakan untuk membangun jaringan baru serta meningkatkan pelayanan ke pelanggan.

Selain ada manfaat untuk pembangunan dan peningkatan pelayanan Divre IV, kata dia, perjanjian KSO yang telah diubah telah menyelesaikan segala masalah antara Telkom dan MGTI.

Perubahan amandemen KSO itu dilakukan setelah saham MGTI dikuasai PT Alberta Telecommunication 99,99% dan Alberta Capital Partners Ltd 0,01%.

Sebelumnya pemegang saham MGTI adalah PT Indosat Tbk (30,55 %), PT Widya Duta Infotel (31,31%), Telstra Global Limited (20,37%), NTT Finance UK Ltd (15,27%), Itochu Corporation (1,25%), dan Sumitomo Corporation (1,25%).

Alberta Telecommunications juga telah menandatangani penutupan pembayaran untuk pengambilalihan KSO Divre IV dari pemegang saham lama. Mereka membayar 266 juta dolar AS ke pemegang saham lama. (G2-53g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA