logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 24 Januari 2004 Jawa Tengah  
Line

Tujuh Kambing Hilang Lapor Polisi

PURWOKERTO - Menjelang Idul Adha, Supardjo (43), warga Beji, Kedungbanteng, Banyumas, mestinya bisa menikmati untung besar dari menjual bandot (kambing jantan). Namun, dia malah tertipu dan akhirnya melapor ke polisi.

Sebagai korban penipuan, Supardjo, kemarin memberi penjelasan kepada penyidik Polsek Kedungbanteng. Dia menuturkan, dirinya telah ditipu Sujaedi (38), warga Tegal. ''Saya kehilangan tujuh ekor kambing,'' katanya.

Kapolsek AKP Achmad Mudianto mengatakan, korban selama ini menjalin persahabatan akrab dengan Sujaedi. Karena sudah kenal baik, dia melepaskan kambing-kambing bandotnya untuk dibawa pelaku.

Bandot itu cukup besar dan sudah memenuhi syarat hewan kurban. Supardjo memelihara sendiri kambing itu dan memang dipersiapkan untuk dijual saat Idul Adha agar memperoleh untung lumayan.

Ketika Sujaedi membawa kambing itu dari kandang, kemudian dibawa ke pasar kambing, dia hanya menyerahkan uang Rp 300.000/ekor. Padahal, kambing itu di Beji dijual seharga Rp 700.000/ekor. ''Kalau dijual di pasar bisa dapat uang Rp 4,9 juta,'' kata korban.

Setelah kambing dibawa dan dijual pelaku, kini giliran Supardjo menagih uang sisa yang belum dibayar. Mendapat tagihan seperti itu, Sujaedi malah kabur dan tidak memberikan uang yang belum dibayar.

Merasa dirugikan, akhirnya korban melapor ke Polsek Kedungbanteng. ''Saya berkali-kali menagih, jawabannya besok-besok terus, ya itu namanya ngapusi. Saya tidak mau dibohongi,'' ujarnya. (in-74e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA